logo


"Pemilik Sepeda Motor Harap Dikunci? Yang Membawa Tas Dimasukkan ke Loker?" Serius? Cek Kalimat yang Lebih Tepat di Sini!

Kalimat tersebut sekilas tampak wajar.

3 Juli 2019 07:44 WIB

Ilustrasi Larangan Merokok
Ilustrasi Larangan Merokok ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beberapa pekan lalu, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia di Jakarta.

Salah satu topik yang dibahas adalah kalimat-kalimat "aneh" yang sering dijumpai di lingkungan sekitar dan cukup populer di masyarakat.

Baca juga: Contek atau Sontek? Dakwah atau Da'wah? Yuk Cek 10 Kata Lainnya di Sini!


Contek atau Sontek? Dakwah atau Da'wah? Yuk Cek 10 Kata Lainnya di Sini!

Salah satu pemateri yang juga ahli bahasa, Sriyanto, memberikan contoh sebagai berikut:

1. Pemilik sepeda motor harap dikunci. (Orang dikunci?)

2. Yang merokok harap dimatikan. (Orangnya dimatikan?)

3. Yang membawa tas harap dimasukkan ke loker. (Orang dimasukkan ke loker?)

4. Obat ini dapat menghilangkan seriawan dan bibir pecah-pecah. (Bibir dan seriawan hilang?)

5. Ibu-ibu yang membawa ayam harap diikat kakinya. (Ibu-ibu diikat?)

Sriyanto pun mengungkap bahwa kalimat-kalimat tersebut sebenarnya kurang tepat dan aneh. Berikut kalimat yang lebih tepat secara logika:

1. Sepeda motor harap dikunci.

2. Rokok harap dimatikan.

3. Tas harap dimasukkan ke loker.

4. Obat ini dapat menyembuhkan seriawan dan bibir pecah-pecah.

5. Ibu-ibu yang membawa ayam harap mengikat kaki ayamnya.

Baca juga: "Belok Kiri Jalan Terus? Yang Merokok Harap Dimatikan?" Cek Kalimat yang Lebih Tepat di Sini!

Wah, lebih masuk akal ya Kawan Jitu!

"Belok Kiri Jalan Terus? Yang Merokok Harap Dimatikan?" Cek Kalimat yang Lebih Tepat di Sini!

Halaman: 
Penulis : De Sukmono