logo


Ambisi Jokowi Melistriki Seluruh Negeri Baru Terealisasi 10 Persen

Ini penjelasan Kementerian ESDM

2 Juli 2019 19:14 WIB

Ilustrasi jaringan listrik.
Ilustrasi jaringan listrik. dok. JITUNEWS.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salah satu program yang paling ambisius pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).

Menurut Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, sampai dengan 15 Juni 2019 sudah ada 3.617 MW yang telah beroperasi atau mencapai tahap commercial operation date (COD). Hal ini berarti baru tercapai 10% dari 35.000 MW yang direncanakan.


PLN Sebut Pemadaman Listrik Menurun

Baca Juga: Kamu Menderita Asam Lambung? Hindari Beberapa Makanan Ini

Proyek yang mencapai tahap COD tersebut terdiri dari PLTG/MG, PLTM dan EBT Skala kecil (PLTS, PLTBn, PLTBm, PLTBg).

"Karena masa konstruksi pembangkit jenis tersebut memang relatif singkat (sekitar 12-24 bulan)," ujar Rida kepada wartawan di markas Ditjen Ketenagalistrikan, Selasa (2/7).

Dia juga menambahkan proyek lain sudah pada tahap konstruksi mencapai 20.119 MW (57%). Sedangkan, proyek yang saat ini tahap kontrak atau Purchasing Power Agreement (PPA) sebesar 9.515 MW (27%). Dengan demikian proyek yang belum kontrak/PPA tersisa 2.187 MW (6,17%).

Simak! Ini Olahraga yang Dilarang untuk Penderita Diabetes, Jika Masih Dilakukan Bisa Alami Kebutaan

Proyek pada tahap PPA tersebut saat ini sedang dalam proses pemenuhan persyaratan pendanaan agar tercapai financial closing/effective date.

Proyek ini juga ada yang masih dalam tahap pengadaan sebesar 1.453 MW ditargetkan tuntas prosesnya paling lama tahun ini, dan tahap perencanaan sebesar 734 MW.

Manfaatkan Pelet dari Sampah, PLN Gunakan untuk Pembangkit Listrik

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata,Nurman Abdul Rohman