logo


Minta Bantuan BNPT, Ketua Pansel Cegah Capim KPK Terindikasi Radikalisme

Kerja sama yang dilakukan Pansel Capim KPK bersama BNPT adalah untuk memetakan para capim KPK

2 Juli 2019 10:11 WIB

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH menerima Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK yang dipimpin Dr. Yenti Garnasih, SH, MH.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH menerima Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK yang dipimpin Dr. Yenti Garnasih, SH, MH. Dok. BNPT

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK Yenti Ganarsih, mengatakan bahwa kedatangannya ke BNPT adalah untuk meminta BNPT untuk ikut menyaring para kandidat capim KPK periode 2019-2023. Hal ini agar pimpinan KPK mendatang tak terindikasi paham radikalisme.

"Hari ini kami menemui jajaran BNPT dan kita sudah diterima oleh Kepala BNPT. Karena sesuai tahapan yang kita lakukan sejak awal bahwa ada kriteria agar komisioner KPK tidak terindikasi paham radikal dan bagaimana kriterianya kita serahkan ke BNPT, untuk itulah pansel datang ke mari," kata Yenti Ganarsih, Senin (1/7).

Yenti mengatakan bahwa kerja sama yang dilakukan pihaknya bersama BNPT adalah untuk memetakan para capim KPK. Hal ini juga yang diminta oleh Presiden Joko Widodo saat memanggil para anggota pansel ke Istana beberapa waktu lalu.


BNPT: Paham Radikalisme Tumbuh dan Dipupuk Berkat Media Sosial

“Ini untuk mengantisipasi atau melihat dan membaca situasi yang ada pada dinamika di Indonesia karena sejak awal pansel berkepentingan calonnya tidak terindikasi paham radikal,” ucap Yenti.

Nantinya setelah pansel ini menerima semua nama-nama pendaftar maka pansel akan mengirimkan nama-nama tersebut ke sejumlah lembaga yang sudah dimintai kerja sama sebelumnya oleh pansel, termasuk ke BNPT.

“Pada intinya kriteria itu yang menentukan kami. Selanjutnya kami mengirimkan nama-nama ke BIN, ke KPK, Kapolri, ke Kejaksaan agar dicek apakah ada di polisi yang terindikasi tersangka, di kejaksaan ada yang sedang dituntut, dan sebagainya,” ucap Yenti.

BNPT Berharap Pimpinan KPK yang Baru Punya Wawasan Kebangsaan dan 'Clear'

Halaman: 
Penulis : Denys, Aurora Denata