logo


Jokowi Menangi Pilpres, Habib Rizieq Tak Jadi Pulang?

Padahal panitia penyambutan sudah dibentuk untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq Shihab.

1 Juli 2019 09:34 WIB

Habib Rizieq
Habib Rizieq Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak menilai saat ini belum waktunya untuk membicarakan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Mekkah, Arab Saudi.

"Belum perlu dibicarakan saat ini di saat umat masih merasa dizalimi hak-haknya," ucap Yusuf dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (30/6).

Sayangnya, ia tak merinci indikasi-indikasi 'umat' terzalimi itu.


Resmi Ditetapkan Sebagai Presiden Terpilih, Jokowi Minta Rakyat Indonesia Lupakan Ini!

Diketahui, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pernah menyepakati 17 poin dengan GNPF Ulama dan berjanji akan melaksanakannya jika memenangkan Pilpres 2019. Kesepakatan terjalin saat Ijtima Ulama II pada 16 September 2018.

Salah satu poin yang disepakati adalah melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan, serta memulihkan hak-hak Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia. Hal itu termaktub dalam poin 16.

Namun, Prabowo dan Sandiaga dinyatakan gagal memenangkan Pilpres 2019. Janji-janji yang disepakati Prabowo dengan GNPF Ulama menjadi tanda tanya kelanjutannya. Termasuk soal kepulangan Rizieq Shihab ke tanah air.

Mengenai janji Prabowo memulangkan Rizieq, Yusuf belum mau bicara banyak. Dia mengaku belum ada pembicaraan dengan Prabowo perihal kepulangan Rizieq seperti yang disepakati saat Ijtima Ulama II. Yusuf sendiri merupakan ketua GNPF Ulama yang merupakan penggagas Ijtima Ulama II.

"Belum ada pembahasan tentang hal tersebut. Kalau sudah saatnya akan saya update," tutur Yusuf.

Sekadar informasi, Habib Rizieq terjerat kasus dugaan kasus konten pornografi dan meninggalkan Indonesia sejak tahun 2017 silam.

Sumber: CNNIndonsia

Prabowo-Sandi Tak Akan Bawa Sengketa Pilpres ke Mahkamah Internasional

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu