logo


Sangat Populer di Kalangan Kampus dan Mahasiswa, Global Vibe Inspiration Persiapkan Calon Sarjana Berkualitas Internasional

Bahasa Inggris sangat penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.

30 Juni 2019 07:42 WIB

Global Vibe Inspiration - Karya Inspirasi Indonesia - Ilham Saheri - Universitas Methodist Indonesia
Global Vibe Inspiration - Karya Inspirasi Indonesia - Ilham Saheri - Universitas Methodist Indonesia
dibaca 173 x

Pada hari Sabtu (29/06), Universitas Methodist Indonesia, Sumatera Utara, menjadi tuan rumah perhelatan akbar seminar bahasa Inggris terpopuler di Indonesia yang bernama Global Vibe Inspiration.

Karya Inspirasi Indonesia selaku penyelenggara bersama dengan BEM Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Komputer bekerja sama dalam menyukseskan mahasiswa-mahasiswi Universitas Methodist Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Salah satunya adalah dengan membekali para calon sarjana dengan beberapa skill yang dibutuhkan oleh pasar dunia saat ini, yakni kemampuan berkomunikasi Bahasa Inggris.


Pesan Ketua Umum Ansor Bekasi Kepada Kader PMII Bekasi, "Harus Fokus dengan Masa Depan"

Jika membahas kebutuhan pasar dunia karier saat ini, maka setidaknya ada 4 kerugian besar apabila seseorang tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris:

1. Mempersempit peluang mendapat pekerjaan yang lebih baik - Secara tidak langsung, minimnya kemampuan berbahasa Inggris bisa menjauhkan Anda dari peluang mendapat pekerjaan yang lebih baik. Contohnya, perusahaan asing atau multinasional hanya menerima calon karyawan yang menguasai bahasa Inggris.

2. Karier mentok - Meski sudah bekerja, karier Anda bisa terancam mentok tanpa penguasaan bahasa Inggris yang baik. Tentu saja bahasa Inggris menjadi salah satu tolak ukur kelayakan seorang karyawan mengemban jabatan tinggi.

3. Jaringan kerja makin sempit - Keterbatasan dalam bahasa Inggris juga membuat jaringan sosial di dunia kerja Anda makin sempit. Padahal, potensi mengembangkan hal itu makin luas mengingat adanya MEA. Dengan MEA, mudah pastinya untuk berkenalan dengan orang-orang dari luar negeri yang memiliki profesi yang sama dengan Anda. Berawal dari kenalan, tidak menutup kemungkinan ada kerja sama yang bisa Anda lakukan antara perusahaan Anda dan perusahaan tempat mereka bekerja.

4. Selalu kalah dalam persaingan di dunia kerja - Bagi yang pernah merasakan wawancara kerja, pasti tahu betul kalau HRD biasanya menggunakan bahasa Inggris saat melakukan sesi wawancara dengan calon karyawan baru.

Di sesi inilah HRD akan meninjau seberapa mahir Anda dalam percakapan bahasa Inggris, sekaligus penggunaan tata bahasanya. Di sesi ini juga banyak yang sering gagal lantaran kemampuan bahasa Inggris yang kurang apik.

Bila ada kandidat yang lebih menguasai bahasa Inggris, kecenderungan mereka diterima pasti akan lebih besar daripada Anda. Jelas miris rasanya kalau sudah interview tahap akhir, tapi ujung-ujungnya tidak diterima cuma karena tak bisa bahasa Inggris.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal tersebut, para mahasiswa pun dilatih pada seminar dan workshop yang bertemakan “There is I in English”. Menghadirkan sosok pemuda inspiratif yang juga berprofesi sebagai trainer muda yang cukup dikenal di Indonesia bernama Mr. Ilham Saheri, S.Pd., C.APA., ACB., CL. yang berbagi pengalamannya mengenai Bahasa Inggris, mulai dari benci dan tidak cakap berbahasa Inggris sampai pandai berbahasa Inggris dan menuai kesuksesan di usia yang relatif cukup muda.

Pembicara merupakan seorang public speaker international dan juga motivator nasional yang telah melatih lebih dari 70 ribu peserta dalam seminar dan pelatihan yang selama ini ia lakukan mulai dari pelajar, mahasiswa hingga para pendidik seperti guru dan dosen di Indonesia.

Ilham Saheri memiliki gelar yang panjang. Selain gelar sarjana pendidikan yang ia peroleh dengan menempuh jalur akademis, sebagian besar gelar lainnya ia dapatkan melalui jalur sertifikasi professional dari beberapa instansi internasional yang berbasis di Amerika Serikat dan Swedia. Ia telah secara professional tersertifikasi sebagai Certified Attitude Profile Advisor yang merupakan pakar psikologi dan sikap, serta Competent Leadership dalam bidang pakar kepemimpinan dan Advanced Communicator yang berarti komunikator/pembicara handal.

Oleh sebab itu, semua modul yang ia sampaikan dalam seminar dirancang sedemikian rupa agar efektif dan disertai penyampaian yang interaktif dan hidup selama sesi pelatihan dan seminar berlangsung. Disukai ratusan hingga ribuan peserta yang selalu menantikan seminarnya, kali ini Universitas Methodist Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar dan memperoleh ilmu dan skill yang ia sampaikan dalam sesi pelatihan dan seminar.

Learning by Doing itulah penegasan yang ia paparkan dalam 3 jam sesi pelatihan. Para peserta berinteraksi dengan menggunakan bahasa Inggris sesama dan dipandu oleh Mr. Ilham Saheri.

Wahyu Nugroho dan Siska Damayanti selaku ketua komite mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan para mahasiswa dapat mempersiapkan diri dalam menyongsong masa depan yang sukses.

Ditulis oleh: Education News

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Bahas Organisasi Intra dan Ekstra Kampus Part 1

Halaman: 
Admin : De Sukmono