logo


KKP dan FAO Launching Unit Pengolahan Ikan Pindang Higienis di Lombok Utara

Berikut ulasannya

29 Juni 2019 16:47 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Doc Jitunews

Lebih lanjut Innes mengatakan bahwa Pembangunan Unit Pengolahan Ikan higienis ini menelan biaya senilai Rp 332.752.990,- dibangun dalam luasan wilayah 65 m2 dengan kapasitas produksi sekitar 500 kg/hari.

Adapun untuk bantuan lainnnya berupa peralatan pengolahan yang diberikan kepada pengolah di antaranya boiling table, cookerhood, washing table, working table, washbasin, storage rack, grease trap, chest freezer, low temperature freezer, gas stand burner, vaccum packing machine, dan timbangan digital. Peralatan yang dihibahkan senilai Rp 84.459.250,-.

Selain itu juga, UPI ini dilengkapi dengan IPAL berukuran 7,5 m2 yang terdiri dari 4 (empat) chamber penampungan dengan sekitar 50 orang pengolah sudah dilatih terkait dengan sanitasi, pengelolaan limbah, dan kewirausahaan.


KKP Apresiasi Komitmen Penerapan Budidaya Berkelanjutan dalam Budidaya Tilapia

Seperti diketahui, ikan pindang merupakan produk olahan hasil perikanan yang popular di Indonesia setelah ikan asin, memiliki cita rasa yang lezat, tidak terlalu asin, dan dapat diolah dari semua jenis ikan. Umumnya dilakukan oleh industri skala mikro dan kecil. Berdasarkan SNI 2016 pengolahan pindang ikan terbagi 2, yaitu pindang garam dan pindang air garam.

Sementara itu, untuk sebaran industri pengolahan pindang skala mikro dan kecil terpusat di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi UPI terbanyak yaitu Jateng, Jabar, Jatim, NTB, Bali, Jakarta, dan Banten yang jumlahnya mencapai 96,20 persen atau 11.175 UPI dari total 11.616 UPI mikro kecil.

Di tempat terpisah, Nilanto Perbowo, Plt. Direktur Jenderal PDSPKP memberikan keterangan bahwa Program FAO merupakan stimulan bagi UPI Pindang dalam memperbaiki nilai tambah produk pindang yang terjamin mutu dan keamanan produknya.

"Pembangunan UPI Pindang Higienis dan pelatihan penguatan kapasitas UKM seperti pelatihan pengelolaan limbah, pengembangan produk dan kewirausahaan selama program FAO berlangsung, bisa menjadi contoh dan diterapkan secara mandiri oleh pemerintah daerah pada UPI skala mikro kecil di daerahnya," tandasnya.

KKP Dukung Terbangunnya Kawasan Perikanan Budidaya di Wilayah Kerjasama Kabupaten Utara Utara Sulawesi

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma