logo


KKP dan FAO Launching Unit Pengolahan Ikan Pindang Higienis di Lombok Utara

Berikut ulasannya

29 Juni 2019 16:47 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Doc Jitunews

LOMBOK, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) resmi meluncurkan Unit Pengolahan Ikan (UPI) pindang higienis di Dusun Lekok, Desa Gondang, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (27/6).

Upaya ini dilakukan sebagai wujud perbaikan rantai nilai pangan pada pengolahan dan peningkatan produktivitas serta pendapatan karena mengintegrasikan ke akses pasar yang baru.

Stephen Rugard, FAO Perwakilan Indonesia menyebutkan pembangunan pengolahan ikan pindang higienis ini memang bukanlah proyek besar bagi kami. Tapi mempunyai efek yang besar karena selain dapat meningkatkan taraf ekonomi saja melainkan meningkatkan gizi masyarakat.


Warganet Bilang Kurang Ajar, Menteri Susi Dibuat Geram dan Berujung Blokir Akun, Salah Satunya Artis

“Kami berterima kasih kepada KKP, pemerintah daerah baik yang mampu merealisasikan proyek ini,” katanya.

Pengolahan pindang ini, memang usaha yang sudah berjalan lebih dari ratusan tahun lalu. Di sini kami hanya meng-upgrade bisa lebih baik bari dari sisi manajemen bisnis, sanitasi, dan lainnya sehingga ikan pindang bisa lebih bernilai tinggi dan kaya akan gizi.

“Makanya saya akan perkenalkan ikan pindang ke keluarga saya bahkan ke dunia,” tambahnya.

Oleh karenanya, kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia melalui KKP yang katanya akan menambah program bantuan yang sama. “Jika diperbesar ikan pindang bisa mendunia,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Innes Rachmania, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP, mengatakan, proyek ini merupakan perbaikan dari rantai nilai pangan dan produktivitas ikan pindang dengan mengintegrasikan dengan pasar baru yang dimulai sejak September 2016, dan proyek ini merupakan kolaborasi antara KKP dan FAO, yaitu “Development of Effective and Inclusive Food Value Chains in ASEAN Member States” yang didanai oleh Jepang.

“Proyek ini merupakan wujud peningkatan ketahanan pangan dan nilai ekonomi terutama untuk usaha kecil dengan fokus produk olahan pindang karena mampu dan meningkatkan peluang akses pasar baru,” paparnya.

Adapun produk yang dihasilkan dari unit pengolahan yang ada saat ini adalah pindang presto dan pindang higienis. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan untuk pembuatan produk seperti abon atau yang lainnya. “Dengan pengolahan ikan pindang higienis ini maka hasil produk olahannya bisa lebih bersih, bergizi, dan mempunyai nilai tambah,” tuturnya.

KKP: Daya Beli Pembudidaya Ikan Tumbuh Positif

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma