logo


BNPT: Paham Radikalisme Tumbuh dan Dipupuk Berkat Media Sosial

"Semua itu berujung pada infiltrasi paham radikal terorisme."

29 Juni 2019 11:31 WIB

Kepala BNPT Suhardi Alius
Kepala BNPT Suhardi Alius Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengakui jika paham radikalisme bisa merasuk ke semua lini dan kepada siapa saja karena kurangnya filter dan kemampuan berpikir kritis masyarakat terhadap hoaks dan ujaran kebencian di sosial media yang memupuk rasa intoleransi.

"Semua itu berujung pada infiltrasi paham radikal terorisme. Ini juga karena degradasi moral bangsa dewasa ini disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi yang kurang difilter juga," kata Suhardi sebagaimana dilansir dari Beritasatu.com Sabtu (29/6).

Oleh karena itu, jenderal bintang tiga ini melanjutkan, BNPT aktif melakukan penanggulangan terorisme dan radikalisme di segala lini, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, universitas, nelayan, petani, dan hingga lembaga pendidikan agama.


Divonis 5 Bulan Penjara, Vanessa Angel: Menerima

"Kita juga harus selalu waspada terhadap infiltrasi dan perekrutan oleh kelompok radikal terorisme. Semua harus terlibat. Para tokoh agama juga karena aktif ikut dalam pernyebaran paham ini. Semua harus dibendung," tegasnya.

Terorisme adalah merupakan ancaman yang nyata dan bukanlah hisapan jempol belaka karena sudah terjadi di negara kita. Maka dari itu, upaya pencegahan harus berjalan tanpa kenal berhenti.

Indonesia-Slowakia Teken MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu