logo


Hebat! Seminar Global Vibe Inspiration Buat Ribuan Mahasiswa Jadi Suka Bahasa Inggris

Peran bahasa Inggris sangat penting di era modern.

29 Juni 2019 05:43 WIB

Seminar Global Vibe Inspiration di Medan
Seminar Global Vibe Inspiration di Medan
dibaca 177 x

Perhelatan akbar Seminar dan Pelatihan massal bahasa Inggris, yang berjudul Massive English Training “There is I in English”, dipadati ratusan mahasiswa-mahasiswi Universitas Nommensen Medan pada Sabtu (22/6/19).

Bahasa Inggris banyak diyakini sebagai "bahasa kesuksesan". Pasalnya, hampir semua orang sukses di dunia mulai dari para pengusaha besar, artis terkenal, elit politikus hingga para pemimpin-pemimpin hebat dunia pasti bisa berbahasa Inggris.

Terdata bahwa ada 53 negara di seluruh penjuru dunia yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi dan terdapat sekitar 400 juta jiwa orang yang bisa menggunakan bahasa Inggris di seluruh dunia.


Bahas Organisasi Intra dan Ekstra Kampus Part 1

Semenjak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mengarah ke pasar bebas dunia sehingga dunia semakin terbuka, warga negara asing bebas masuk ke Indonesia dan warga Indonesia bebas untuk masuk ke negara lain untuk bekerja, membuka usaha dan bertempat tinggal. Bahasa Inggris disinyalir sebagai suatu skill yang harus dimiliki setiap individu terutama generasi milenial yang hidup dalam era pertumbuhan teknologi dan digital yang sangat pesat.

Selanjutnya, 2030 dianggap sebagai masa keemasan dan merupakan tahun berakhirnya generasi-generasi “masa lalu” sebelum generasi milenial dalam segala aspek seperti pemerintahan, industri, pendidikan, dsb. Indonesia sendiri dipersiapkan untuk bisa maju dan bersaing di pasar bebas dunia dengan mereka yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Jadi, tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris akan menciptakan keadaan yang sulit bagi orang Indonesia karena akan menghalangi kesempatan berkarir. Pasalnya, banyak perusahaan-perusahaan besar yang mencari tenaga kerja yang mampu berbahasa Inggris untuk bisa menjalankan pekerjaan dengan baik dan juga menjalin kerja sama internasional di dalamnya.

Selain itu, ketidakmampuan berbahasa Inggris juga akan mengakibatkan orang Indonesia kesulitan untuk mencari peluang bekerja di negara lain dimana sebenarnya sangat terbuka lebar dan terdapat jutaan lapangan pekerjaan yang tersedia dengan gaji yang jauh lebih besar.

Hal tersebut akan mengakibatkan bangsa Indonesia yang tidak bisa berbahasa Inggris akan menjadi "babu" di negeri sendiri. Mereka akan bekerja hanya di lapangan pekerjaan atau posisi rendah yang sama sekali tidak memerlukan kemampuan berbahasa Inggris seperti cleaning service, tukang parkir, penjaga toko, dll.

Di lain pihak, mereka akan dipimpin oleh orang-orang yang mampu berbahasa Inggris atau bahkan warga negara asing yang memenuhi kualifikasi dunia pekerjaan.

Selanjutnya, yang terburuk adalah maraknya kriminalitas seperti perampokan, begal, pekerja seks komersil dan gejolak perekonomian yang timbul karena sulitnya kehidupan bagi yang tidak memiliki kualifikasi yang mumpuni.

Suka atau tidak suka, hal tersebut cepat atau lambat akan terjadi di Indonesia. Dan dalam rangka mempersiapkan bangsa Indonesia untuk maju sesuai dengan perkembangan zaman yang ada, maka Karya Inspirasi Indonesia serius ingin mencegah hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan membuat tur ke seluruh Indonesia kepada seluruh pelajar dan mahasiswa kalangan milenial untuk sadar akan pentingnya bahasa Inggris dan mulai berbahasa Inggris dengan cara yang efektif yang telah teruji di beberapa negara yang telah sukses menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi mereka.

Acara itu sendiri menghadirkan sosok trainer muda inspiratif, Ilham Saheri, S.Pd., C.APA., ACB., CL. Ratusan mahasiswa Nommensen termotivasi dan mengaku belajar banyak hal mengenai bahasa Inggris. Mulai dari mengetahui penyebab sulitnya orang Indonesia berbahasa Inggris hingga cara-cara yang paling efektif dalam berbahasa Inggris yang selama ini tidak diajarkan di sekolah ataupun perkuliahan.

Ayu Nadillah dan Akbar Rizk selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, “Para mahasiswa harusnya dipersiapkan secara skill dan kompetensi agar nantinya tidak ada penyesalan. Kita semua tahu di zaman sekarang, 50 persen lebih sarjana itu menganggur dan sulit sekali mendapatkan pekerjaan karena hanya bermodal ijazah sarjana doang, sementara ada jutaan lembar kertas ijazah," jelasnya.

"Itu artinya, sarjana dan Ijazah S1 bukan hal yang spesial yang bisa menjamin seseorang bisa mendapatkan pekerjaan. Skill dan pengalaman adalah hal yang juga tak kalah penting. Jika seseorang memiliki ijazah, skill dan pengalaman, maka itulah yang paling dicari dan diutamakan oleh perusahaan untuk bekerja. Nah, di sini kita latih skill mereka dalam berbahasa Inggris agar nantinya mereka bisa lebih mudah untuk melamar pekerjaan dan berkarier setelah tamat,” ujar Ayu Nadillah.

Nelva Hutagalung selaku ketua BEM Universitas HKBP Nommensen mengatakan, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu faktor yang dapat membuka peluang para mahasiswa untuk mengikuti program-program pertukaran pelajar internasional dan juga magang ke luar negeri.

"Itu akan menjadi salah satu pengalaman yang berharga untuk sukses. Jadi selain tamat dengan status sarjana, kami juga bisa memiliki skill dan pengalaman yang diperlukan dunia kerja yang kami impikan,” jelasnya.

Ditulis oleh: Education News

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Spoiler One Piece 946: Sel Kawamatsu Hancur, Apakah Wujudnya Segera Terungkap?

Halaman: 
Admin : De Sukmono