logo


Sering Disepelekan, Ternyata Darah Rendah Juga Berbahaya

Berikut macam-macam jenis tekanan darah rendah

27 Juni 2019 20:08 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. google

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Apakah kamu termasuk salah satu yang memiliki tekanan darah rendah. Jika kamu memiliki tekanan darah di bawah 90 mmHg paa sistolik (atas) atau 60 mmHg pada diastolik (bawah) kamu harus waspada.

Perlu diperhatikan jika kamu juga mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba sebesar 20 mmHg, misalnya sistolik 100 mmHg menjadi 80 mmHg, juga dapat berbahaya.

Baca Juga: 28 Negara Hadiri Konferensi ICRC, Kasum TNI Sebut untuk Perdamaian Dunia


8 Kota Dunia Dengan Kopinya Yang Terenak

Peringatkan Prabowo Soal Jatah Menteri, Orator PA 212: Kami Korbankan Sekian Banyak Harta

Hal tersebut akan timbul efek lainnya, yakni pusing dan pingsan karena otak tidak mendapat pasokan darah. Nah, tekanan darah rendah atau disebut dengan hipotensi ternyata dibagi menjadi 5 macam, yaitu seperti yang diwartakan Alodokter.com:

1. Hipotensi Ortostatik

Jenis hipotensi ini disebabkan kamu berubah posisi, misalnya tiba-tiba bangun dari posisi duduk atau tidur ke posisi berdiri. Kondisi ini ditandai dengan penglihatan berkunang-kunang serta menurunnya keseimbangan tubuh. Akibatnya, kamu bisa pingsan.

2. Hipotensi Postprandial

Jenis hipotensi ini mengalami penurunan 20 mmHg dalam dua jam setelah makan. Biasanya dialami oleh lanjut usia dan yang mengidap penyakit Parkinson.

Hadiri Halal Bi Halal 212, Menhan Bilang, "Tidak Perlu Lagi Ada Istilah Islam Garis Keras"

3. Hipotensi Vasovagal

Jenis hipotensi ini disebabkan karena berdiri terlalu lama dan biasanya anak-anak lebih sering mengalami ini.

4. Hipotensi Akut

Jenis hipotensi ini terjadi saat organ tubuh kamu tidak dapat pasokan darah dan oksigen yang cukup secara tiba-tiba. Biasanya hal ini disebabkan oleh infeksi berat, pendarahan jumlah besar dalam waktu singkat, serangan jantung, dehidrasi.

5.  Hipotensi Kronis

Jenis ini disebabkan oleh kondisi yang bersifat kronis, seperti penyakit Addison dan gagal jantung.

Cokelat Ternyata Cegah Obesitas

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata