logo


28 Negara Hadiri Konferensi ICRC, Kasum TNI Sebut untuk Perdamaian Dunia

Joni mengatakan konferensi ini adalah salah satu upaya untuk mepersiapkan kedamaian di dunia

27 Juni 2019 17:04 WIB

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto menutup secara resmi Konferensi ICRC
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto menutup secara resmi Konferensi ICRC Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto menutup secara resmi Konferensi Internasional Committee of Read Cross (ICRC)/ Komite Internasional Palang Merah yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta,  Kamis (27/6).

Konferensi ini diselenggarakan oleh Mabes TNI dan ICIRC Perwakilan Indonesia dan Timor Leste.  Sebanyak 28 negara mengikuti konferensi ini yang mengangkat tema ‘Preparing Modern Armed Forces For Peacekeeping Operations In The 21st Century’.

Baca Juga: Peringatkan Prabowo Soal Jatah Menteri, Orator PA 212: Kami Korbankan Sekian Banyak Harta


Soenarko Temui Kivlan Zen Sebelum Meninggalkan Rutan Guntur

Joni mengatakan konferensi ini adalah salah satu upaya untuk mepersiapkan kedamaian di dunia.

“Kita sebagai penyelenggara Mabes TNI dan ICIC perwakilan Timor Leste-Indonesia merasa bangga dan mendapatkan kehormatan karena peserta dari beberapa negara telah mengirimkan delegasinya untuk mengikuti konferensi ini,” ujar Joni.

Menurutnya dalam konferensi ini telah diperdengarkan berbagai paparan, pengalaman informasi-informasi serta menyamakam visi misi serta berbagai permasalahan tantangan kedepan dalam pelaksanaan peacekeeping.

Dia menambahkan situasi dan kondisi yang aman dan damai adalah harapan semua orang, namun harus disadari konflik bersenjata masih terjadi hingga saat ini berbagai negara.

Hadiri Halal Bi Halal 212, Menhan Bilang, "Tidak Perlu Lagi Ada Istilah Islam Garis Keras"

“Kondisi ini sangat memprihatinkan dan kita semua dituntut untuk berpartisipasi secara aktif dalam setiap upaya untuk mewujudkan dan mempersiapkan perdamaian dunia,” tuturnya.

Dalam hal ini, Joni mengatakan bahwa kita semua adalah bagian dari masyarakat internasional yang memiliki tanggung jawab yang sama terhadap keamanan ketertiban dan perdamaian dunia.

Menurutnya dalam konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini, ada 4 catatan penting. Dimana yang pertama adalah persiapan angkatan bersenjata moderen untuk operasi pemeliharaan perdamaian PBB di abad ke-21 adalah keniscayaan bagi suatu negara.

Kamu Sering Gonta-Ganti Jenis BBM, Apa Bisa Merusak Mesin Kendaraan?

Kemudian yang kedua adalah ‘protection of civilian  in armed conflict’ harus menjadi prioritas pada setiap operasi pemulihan perdamaian bagaimana disebutkan dalam revolusi dewan kemanan PBB nomor 1674 tahun 2006.

Sedangkan yang ketiga adalah ‘protection of medical personel and armed conflict’ harus terus dipromosikan dan disebarluaskan dalam pelaksanaan peacekeeping revolusi yang diamanatkan dalam revolusi dewan kemanan PBB nomor 2286 tahun 2016

Dan yang terakhir adalah roles of women in peacekeeping operation. Dia mengatakan poin ini harus terus ditingkatkan di masa depan karena dibeberapa wilayah konflik pelibatan wanita dalam misi pemeliharaan PBB sangat efektif.

“Peran wanita sangat effektif dalam pelayanan perawatan perlindungan dan pemberiam pemulihan kesehatan maupun psikis dan traumatik akibat  kekerasan seksual  atau kekejaman perang selama konflik berlangsung,” pungkasnya.

Akan Kirim 4.000 Personel ke Negara Konflik, Jumlah TNI Wanita Ditingkatkan Menjadi 7%

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata