logo


Puluhan Orang Tua Siswa Geruduk Disdik Provinsi Kalbar

Kedatangan sejumlah orang tua siswa guna mempertanyakan sistem zonasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB)

27 Juni 2019 16:21 WIB

Sejumlah orang tua siswa dari beberapa wilayah di kota Pontianak mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat
Sejumlah orang tua siswa dari beberapa wilayah di kota Pontianak mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Jitunews/Ngadri

PONTIANAK, JITUNEWS.COM - Sejumlah orang tua siswa dari beberapa wilayah di kota Pontianak kembali mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat di Jl. Sutan Syahrir No.7, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat Kamis (27/06) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kedatangan sejumlah orang tua siswa guna mempertanyakan sistem zonasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) yang dianggap merugikan anaknya yang akan mendaftar di sekolah dan tidak diterima lantaran lokasi yang jauh dari rumah sekolah dari pencarian Google Maps.

Satu diantara orang tua siswa, Syafruddin, warga Kecamatan Pontianak Barat mengatakan, sistem zonasi sebenarnya bagus, namun, sebelum diberlakukannya sistem tersebut seharusnya sarana dan prasarana setiap sekolah dilengkapi terlebih dahulu dan wilayah yang akan diterapkan aturan zonasi ditinjau dahulu udah sekolah atau belum.


PPDB Sistem Zonasi, Mendikbud: Era Sekolah Favorit Sudah Selesai

"Saya berdomisili di wilayah kecamatan Pontianak Barat, diwilayah kami sekolah SMAN hanya satu. Secara otomatis dengan diberlakukannya sistem zonasi hanya anak yang tinggal di dekat rumah sekolah yang diterima dan siswa yang jauh tidak bisa sekolah di SMAN tersebut dan terpaksa harus ke sekolah swasta," ujarnya.

Penerapan sistem zonasi di kota Pontianak dan Kalimantan Barat saya minta ditinjau ulang oleh kementerian pendidikan, karena penerapan sistem zonasi PPDB di Kalbar belum tepat. Karena masih kurangnya gedung sekolah SMAN dan masih minimnya sarana dan prasarana.

"Saya berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem zonasi PPDB ini, karena dengan diterapkannya sistem zonasi PPDB kami selaku orang tua siswa dirugikan karena tidak mendapatkan hak pendidikan, pemerataan dan keadilan," tukasnya.

Kunker ke Pusat Pelatihan Bahasa Jepang, Menko PMK Dukung Upaya Peningkatan Kualitas Keterampilan Perawat Asal Indonesia

Halaman: 
Penulis : Ngadri, Aurora Denata