logo


Berkenalan dengan Si Hijau, Salah Satu Ular Mematikan di Indonesia

Persebaran ini adalah di Sumatera, Jawa, Lombok, Sumbawa, Komodo, Sumba, Flores, Roti, Wetar, dan Kisar.

29 Juni 2019 13:20 WIB

Ular Hijau
Ular Hijau
dibaca 2285 x

Ular hijau ekor merah adalah sejenis ular berbisa yang berbahaya. Memiliki nama ilmiah trimeresurus insularis, ular ini berwarna hijau dengan kepala segitiga dan warna ekor merah. Penamaan ular hijau ini mengacu pada warna tubuhnya, akan tetapi banyak juga ular pohon yan berwarna hijau namun tak berbisa.

Persebaran ular ini hampir seluruh tanah jawa dan habitatnya berada di pepohonan runggut yang kaya akan ranting dan daun untuk kamuflase. Panjang ular jantan sekitar 60 cm dan yang betinanya bisa mencapai 80 cm. Berekor kecil pendek, sekitar 10-13 cm, tetapi kuat ‘memegang’ ranting yang ditempatinya.

Pertahanan ular ini berada di taring panjang bagian depan yang mengandung bisa yang tergolong tinggi. Racun ular ini mengandung haemotoxcin yang cukup kuat yang meskipun tidak mematikan. Selain rasa sakit yang dalam di titik gigitan, bengkak yang bertahan selama seminggu hingga pangkal lengan/kaki, efek racun ini pun seringkali masuk hingga ke lambung dan ginjal manusia.


Fakta Menarik Karakter One Piece #22 - Nami sang Navigator! Ukuran "Anu" Nami...

Ular yang aktif di malam hari (nokturnal) dan tidak begitu lincah. Kerap terlihat menjalar lambat-lambat di antara ranting atau di atas lantai hutan; meskipun apabila terancam dapat pula bergerak dengan cepat dan gesit.

Menyukai hutan bambu dan belukar yang tidak jauh dari sungai, ular bangkai laut sering didapati berdiam di antara daun-daun dan ranting semak atau pohon kecil sampai dengan 3 m di atas tanah. Tidak jarang pula ditemukan di kebun dan pekarangan di dekat rumah.

Mangsa ular ini terutama adalah kodok, burung dan mamalia kecil; juga kadal. Perburuannya dalam gelap malam amat dibantu oleh indra penghidu bahang (panas) tubuh yang terletak pada dekik pipinya.

Pada siang hari ular ini menjadi lembam, dan tidur bergulung di cabang pohon, semak atau kerimbunan ranting bambu. Sering pula ditemukan ular-ular yang kesiangan dan lalu tidur sekenanya di dekat pemukiman orang, seperti di tumpukan kayu atau di sudut para-para di belakang rumah.

Ditulis oleh: Alvino Hore

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

5 Negara ASEAN dengan Attack Aircraft Terbanyak! Indonesia Masuk?

Halaman: 
Admin : Kesdik Bayu