logo


Indonesia-Slowakia Teken MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

MoU ini bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja sama dalam rangka pencegahan dan penanganan terorisme kedua negara

26 Juni 2019 23:05 WIB

epala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH dan Secretary of State Kementerian Dalam Negeri Slovakia, Michal Bagacka menandatangi MoU mengenai Kerja Sama Penanggulangan Terorisme kantor Kementerian Dalam Negeri Slowakia di Bratislava, Senin (24/6/2019)
epala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH dan Secretary of State Kementerian Dalam Negeri Slovakia, Michal Bagacka menandatangi MoU mengenai Kerja Sama Penanggulangan Terorisme kantor Kementerian Dalam Negeri Slowakia di Bratislava, Senin (24/6/2019) Dok. BNPT

BRATISLAVA, JITUNEWS.COM - Terorisme selama ini sudah menjadi kejahatan lintas batas yang luar biasa. Dalam menghadapi dan menanggulangi masalah radikalisme dan terorisme tentunya tidak bisa dilakukan sendiri. Masalah radikalisme dan terorisme merupakan masalah dunia yang perlu ditangani dengan usaha tingkat dunia pula.

Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama pemerintah Republik Slowakia melalui Kementerian Dalam Negeri (The Ministry of Interior of the Slovak Republic) melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) mengenai Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH dan Secretary of State Kementerian Dalam Negeri Slovakia, Michal Bagacka di kantor Kementerian Dalam Negeri Slowakia di Bratislava, Senin (24/6/2019) waktu setempat. Penandatanganan MoU tersebut juga disaksikan oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso, para pejabat dari BNPT dan Kementerian Dalam Negeri Slowakia.


Indonesia Masuk 20 Negara dengan Militer Terkuat! Kalahkan Israel Loh?

Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius, menyampaikan bahwa permasalahan terorisme ini telah menjadi isu lintas batas antar negara sehingga setiap negara perlu bekerjasama secara erat untuk menciptakan strategi dan program yang efektif untuk menghadapi radikalisasi dan ekstrimisme kekerasan.

“Karena masalah terorisme ini sudah menjadi masalah global. Namun akar permasalah terbentukan terorisme setiap negara tentunya berbeda-beda,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, dalam sambutannya.

Untuk itu, Suhardi menjelaskan, dalam penanggulangan masalah terorisme, Indonesia melakukan 2 pendekatan yaitu pendekatan soft power (pendekatan lunak) dan hard power (pendekatan keras). Dalam hal ini, BNPT bertugas melaksanakan pendekatan soft power. Sedangkan polisi melaksanakan pendekatan hard power.

Catat! Berikut Urutan Negara ASEAN Mulai dari yang Paling Kuat Militernya!

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata