logo


Bukan Tuntut MK Menangkan Prabowo, Massa Aksi: Kami Ingin Imam Besar Habib Rizieq Shihab...

"Tidak ada yang menyuruh kami datang, ke sini karena panggilan hati"

26 Juni 2019 16:43 WIB

Massa aksi kawal MK
Massa aksi kawal MK Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Massa aksi Tahlil di patung kuda yang bertujuan untuk mengawal Mahkamah Konstitusi (MK) untuk dalam memutuskan sidang sengketa Pilpres 2019 juga diikuti oleh massa di bawah umur atau di bawah 17 tahun.

Beberapa massa tersebut berasal dari Cianjur, salah satu massa aksi berinisial RJ mengatakan ia bersama 25 orang lainnya ke aksi tersebut tidak ada paksaan dari siapapun.

Baca Juga: Berbagai Ormas Gelar Aksi Kawal MK, Ada Baliho Pecinta Habib Bahar


Sumbangan Makanan untuk Massa Aksi Kawal MK Terus Berdatangan

Jelang Sidang Putusan, Kuasa Hukum 02: Jika Tak Terbukti Kecurangan Itu, Putusan MK Jadi Persoalan

"Kami dari Cianjur, Jawa Barat. Datang ke sini sekitar 25 orang," ujar RJ di Jakarta (26/6) yang diwartakan Antaranews.

"Pesantren memperbolehkan, saya ke sini tidak disuruh siapa-siapa, panggilan hati saja," sambungnya.

Sama halnya dengan RJ, AD (16) mengaku datang di aksi tersebut bukan atas suruhan seseorang melainkan atas dorongan hati ia sendiri. Dalam kesempatan itu pula, ia bukan menuntut MK menangkan Prabowo tapi malah ingin Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia.

Kapok Dipenjara, Eggi Sudjana: Saya Puasa Ngomong

"Tidak ada yang menyuruh kami datang, ke sini karena panggilan hati, ingin Imam Besar Habib Rizieq bisa pulang ke Indonesia," ucap AD.

Fahri Hamzah Minta Polisi Tak Hadang Massa yang Lakukan Demo Saat Putusan Perkara Sengketa Pilpres di MK

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata