logo


Fahri Hamzah Minta Polisi Tak Hadang Massa yang Lakukan Demo Saat Putusan Perkara Sengketa Pilpres di MK

Berikut pernyataan lengkapnya

26 Juni 2019 15:20 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah bersikeras menganggap wajar aksi massa selama proses Pilpres 2019.

Dia meminta aparat keamanan dan pihak lainnya untuk membiarkan saja kalau terjadi demonstrasi pada hari sidang pengucapan putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (27/6/2019) besok.

"Kalau ada aksi kembali besok, tolong jangan dipandang negatif. Aksi massa itu kan dipicu oleh luka yang diderita masyarakat, dan pemimpin negara bertugas menyembuhkannya," ujar Fahri didalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Rabu (26/6).


Rampungkan Musyawarah, Hakim MK Kirimkan Surat ke Pihak Jokowi dan Prabowo

Fahri menegaskan bahwa apa yang diperjuangkan selama ini mazhabnya adalah rakyat, dan kebebasan mereka. Maka dari itu dirinya meminta semua pihak jangan curiga kepada rakyat.

"Negara  harus mengidentifikasi yang merusuh itu siapa. Jangan kemudian kebebasannya itu dilarang karena ada perusuh. Kan bahaya itu kalau mahzab berpikirnya begitu," lanjutnya.

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu meminta aparat keamanan dan pihak lain untuk tidak membuat kerusuhan. Apalagi dalam konstitusi atau Undang-Undang (UU), tidak larangan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dimuka umum.

"Tolong, jangan ciptakan luka kembali. Enggak boleh ada lagi serangan-serangan fisik, juga perkelahian. Massa yang berkumpul untuk menyatakan pendapat jangan lah dicurigai," pungkasnya.

Hakim MK Bisa Beda Pendapat Soal Putusan Sengketa Pilpres 2019

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma