logo


Demokrat: Pemilu Ulang Maupun Diskualifikasi 01 adalah Harga yang Terlalu Tinggi

MK berencana membacakan putusan gugatan hasil Pilpres 2019 oleh Prabowo Subianto pada 27 Juni 2019

25 Juni 2019 15:52 WIB

Tim Komunikasi SBY, Ferdinand Hutahaean
Tim Komunikasi SBY, Ferdinand Hutahaean Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sidang pemeriksaan gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) sudah selesai. MK berencana membacakan putusan gugatan hasil Pilpres 2019 oleh Prabowo Subianto pada 27 Juni 2019.

Dalam gugatannya, pihak Prabowo meminta untuk dilakukan pemilu ulang dan diskualifikasi paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurut Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, kedua gugatan tersebut adalah harga yang terlalu tinggi untuk membayar kecurangan.


Demokrat Tahu Apa yang Dilakukan Luhut dalam Proses Rekonsiliasi

"Pemilu Ulang maupun Diskualifikasi 01 adalah harga yang terlalu tinggi membayar adanya kecurangan dalam Pilpres 2019," ujar Ferdinand seperti dikutip Jitunews dari akun Twitternya, Selasa (25/6).

Menurut Ferdinand, MK paling jauh melakukan perbaikan Pemilu 2024.

"Paling jauh, Mahkamah melakukan terobosan hukum untuk perbaikan Pemilu 2024," cuit @FerdinadHaean2.

Jadi Kandidat Terkuat Sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani: "Alhamdulillah..."

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata