logo


Selain Harga, Pemerintah Juga Prioritaskan Pengelolaan Lingkungan di Subsektor Batubara

Prioritas utama penggunaan batubara adalah digunakan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik dan industri

24 Juni 2019 19:07 WIB

Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, Bambang Gatot Ariyono (kanan), usai acara Coaltrans Asia Tahunan ke-25, di Bali, Senin (24/6).
Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, Bambang Gatot Ariyono (kanan), usai acara Coaltrans Asia Tahunan ke-25, di Bali, Senin (24/6). KESDM

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI), Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa pengelolaan lingkungan di Subsektor batubara saat ini sudah jauh lebih baik, terutama di sektor pembangkit yang sudah menggunakan teknologi-teknologi yang lebih ramah lingkungan dengan emisi yang rendah.

"Dari sambutan Menteri ESDM yang dibacakan Dirjen Minerba, pengelolaan minerba bukan hanya masalah ketahanan energi saja, tapi juga bagaimana membuat kegiatan pertambangan yang lebih berkelanjutan dan lingkungan tetap terjaga. jadi lingkungan sudah jadi agenda utama," ujar Pandu.

Pandu menambahkan, pelestarian lingkungan tentunya akan menambah biaya dalam pemanfaatan batubara, namun dipastikan seluruh pelaku di industri batubara akan melakukannya.


SPBU Disegel karena Curang, Pengamat: Kasus Ini Bukan Hal Baru, Bahkan…

"Mengenai lingkungan, tentu ini akan tambah cost (biaya), tapi pasti mau tidak mau semua setuju, karena semua akan lakukan itu. kami senang bahwa lingkungan itu adalah perhatian utama, itu penting. Walaupun kita pengusaha batubara, kita fokusnya juga ke sana, jangan salah," tegas Pandu.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah juga telah memberikan penilaian khusus kepada perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan dengan memperhatikan lingkungan sekitarnya. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mendorong para pelaku usaha menjalankan aktivitas bisnisnya yang beretika, berwawasan lingkungan dan bertanggung jawab.

PROPER didesain untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui instrumen insentif dan disinsentif. Insentif dalam bentuk penyebarluasan kepada publik tentang reputasi atau citra baik bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik. Ini ditandai dengan label Biru, Hijau dan Emas.

KESDM: Lima Tahun Lalu Kami Lebih Suka Mengekspor Batubara untuk Dapatkan Pajak, Tapi Sekarang…

Halaman: 
Penulis : Riana