logo


Jelang Putusan MK, BPN: Kalau Massa Masih Turun ke Jalan, Itu Bukan Instruksi Kami

BPN kembali mengimbau para pendukungnya untuk tidak melakukan aksi masa hingga turun ke jalan.

24 Juni 2019 16:09 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Instagram @indonesiaadilmakmur

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali mengimbau para pendukung dan relawan untuk tidak melakukan aksi turun ke jalan menjelang putusan sidang sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi, Jumat (28/6) mendatang.

"Seperti Prabowo sampaikan bahwa upaya akhir kami adalah konstitusional melalui MK. Untuk relawan pendukung masyarakat kami imbau lakukan kegiatan damai berdoa," kata koordinator juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Media Center BPN Jakarta dikutip dari laman Kompas, Senin (24/6).

Baca juga: Soal Sebutan Reklamasi, Anies: Itu Namanya Pantai, Bukan Pulau


Soal Sosok Ketum Golkar Baru, Pengamat: Kalau Targetnya Jabatan Menteri, Pasti Ketumnya…

Menyikapi masih adanya elemen masyarakat yang tetap bersikukuh untuk turun ke jalan, menurut Dahnil, sulit bagi pihaknya untuk mencegah. Apalagi di dalam konstitusi, upaya untuk menyampaikan pendapat di muka umum juga memang dilindungi UU.

"Kalau ada mobilisasi massa, itu di luar instruksi kami. Kami tidak punya kuasa melarang hak konstitusi negara. Kami juga hormati sepenuhnya," ucapnya.

Seperti diketahui, MK sendiri telah menggelar sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk membuktikan adanya kecurangan terstruktur, sistematis dan masif. Di dalam persidangan, MK pun sudah memeriksa saksi maupun ahli, baik itu dari pihak pemohon, termohon maupun terkait.

Dari agenda persidangan terakhir, paling lambat MK akan mengeluarkan putusan pada Kamis (27/6). Tidak seperti aksi-aksi sebelumnya, sepanjang persidangan di MK kebanyakan hanya diisi oleh aksi-aksi dari elemen masyarakat yang jumlahnya tidak besar.

Jubir BPN: MK Tak Boleh Punya Paradigma Seperti Mahkamah Kalkulator

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu