logo


KESDM: Lima Tahun Lalu Kami Lebih Suka Mengekspor Batubara untuk Dapatkan Pajak, Tapi Sekarang…

Indonesia masih dipandang sebagai salah satu produsen dan pengekspor batubara terbesar di dunia

24 Juni 2019 16:05 WIB

Konferensi Tahunan Coaltrans Asia ke-25 resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, yang mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan di Nusa Dua Bali, Senin (24/6).
Konferensi Tahunan Coaltrans Asia ke-25 resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, yang mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan di Nusa Dua Bali, Senin (24/6). KESDM

Sebagaimana diketahui, batubara memainkan peran penting tidak hanya sebagai sumber pendapatan nasional tetapi juga berfungsi sebagai konstruksi modal yang lebih ekonomis dalam memenuhi kebutuhan domestik. Paradigma penambangan batubara saat ini telah berubah, tidak lagi dipandang sebagai komoditas, tetapi lebih dianggap sebagai sumber modal pembangunan.

Sejak tahun 2011 hingga 2017, pasar domestik telah mengalami peningkatan sebesar 27% setiap tahunnya. "Pada tahun 2019 kami berharap untuk pasar domestik meningkat sebesar 60%," imbuhnya.

Di samping itu, Pemerintah juga terus menjaga agar pengelolaan lingkungan pertambangan batubara dan pemanfaatannya akan terus ditingkatkan.


Berkapasitas 880 MW, PLTGU Jawa 2 Perkuat Setrum Jawa-Bali

"Tantangannya menyeimbangkan antara bisnis dan konservasi. Kita concern dengan teknologi bersih. Lingkungan juga jadi perhatian utama" pungkas Bambang.

Untuk diketahui, Konferensi Coaltrans Asia 2019 berlangsung selama 2 hari, yaitu 24 - 25 Juni 2019. Acara ini dihadiri para pelaku usaha sektor batubara di Asia.

SPBU Disegel karena Curang, Pengamat: Kasus Ini Bukan Hal Baru, Bahkan…

Halaman: 
Penulis : Riana