logo


SPBU Disegel karena Curang, Pengamat: Kasus Ini Bukan Hal Baru, Bahkan…

Langkah Kemendag tersebut dapat dijadikan sebagai pintu masuk bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap tata kelola bisnis SPBU.

24 Juni 2019 12:00 WIB

Petugas SPBU mengisikan BBM ke mobil
Petugas SPBU mengisikan BBM ke mobil JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Belum lama ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan penyegelan terhadap tiga SPBU karena telah melakukan kecurangan pada periode 15 Mei hingga 23 Mei 2019. Ketiga pom bensin itu berlokasi di Subang, Indramayu, dan Bekasi.

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, mengatakan, langkah Kemendag tersebut dapat dijadikan sebagai pintu masuk bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap tata kelola bisnis SPBU.

Ini karena, pengurangan ukuran bensin tersebut secara langsung berdampak merugikan masyarakat.


Aksi Bersihkan Sampah Ciliwung, Pertamina Diganjar MURI

“Temuan kemarin itu menjadi entry point untuk memperbaiki tata kelola bisnis SPBU. Karena selama ini di daerah banyak ukurannya kerap jadi problem. Ini menurut saya yang harus dibongkar," tutur Trubus, seperti dikutip Antara.

Selain dijadikan titik tolak untuk melakukan pembenahan secara keseluruhan, perlu juga dibuat aturan tegas. Dengan demikian, kasus-kasus serupa tidak terjadi. Karena menurutnya, kecurangan serupa sejatinya sudah banyak terjadi.

"Supaya hal-hal ini tidak berulang. Pasalnya, kasus ini bukan hal yang baru. Bahkan, di daerah itu punya karakter penyalahgunaan yang berbeda-beda," paparnya.

Lebih lanjut, Trubus mengatakan, pemerintah harus memberikan pemahaman yang tegas kepada pemilik atau pengelola SPBU, bahwa ini untuk kepentingan masyarakat banyak, disamping kepentingan bisnis.

Ia pun berharap, publik untuk dapat ikut serta dalam pengawasan.

Berkapasitas 880 MW, PLTGU Jawa 2 Perkuat Setrum Jawa-Bali

Halaman: 
Penulis : Riana