logo


Setelah Huawei, AS Kembali Tambah 5 Perusahaan China ke Daftar Hitam

Menariknya, pemblokiran ini dilakukan ketika Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20

24 Juni 2019 10:45 WIB

Bendera negara China.
Bendera negara China. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Selama satu tahun ini perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) makin memanas. Setelah Huawei, kini Departemen Perdagangan AS telah menambahkan lima nama perusahaan asal China ke blacklist mereka.

Uniknya, pemblokiran ini dilakukan ketika Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 yang berlangsung di Osaka, Jepang pada 28-29 Juni mendatang.

Dikutip New York Times, Minggu (23/6/2019) kelima perusahaan yang dimaksud terdiri dari empat perusahaan dan satu lembaga yang di antaranya Sugon pembuat superkomputer beserta tiga anak perusahaannya yang merancang microchip, yakni Higon, Chengdu Haiguang Integrated Circuit, dan Chengdu Haiguang Microelectronics. Terakhir, Wuxi Jiangnam Institute of Computing Technology.


Begini Strategi Asus untuk Kuasai Pasar Laptop Indonesia

Mengutip laman INETdetik, disebutkan Departemen Perdagangan AS bahwa mereka memimpin pengembangan komputasi kinerja tinggi China, beberapa digunakan dalam aplikasi militer, seperti mensimulasikan ledakan nuklir. Dasar itu yang menurut AS, kelima entitas tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional.

Pemerintah AS ini sekaligus menegaskan kalau entitas yang termasuk di-blacklist melarang membeli komponen dari perusahaan negeri Paman Sam. Diketahui, di antara mereka yang ditambahkan ke daftar hitam merupakan mitra usaha patungan Advanced Micro Devices (AMD) Higon.

Langkah ini bisa berdampak pada lumpuhnya perusahaan China tersebut yang ketergantungan pada chip buatan AS dan teknologi lainnya dalam membuat elektronik canggih.

Tak Hanya Raksasa Teknologi, FedEx Juga Sempat Ogah Kirim Produk Huawei

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu