logo


Ini Prioritas Penggunaan Anggaran KESDM di Tahun 2020

Pagu indikatif Kementerian ESDM tahun 2020 senilai Rp 9,67 triliun

21 Juni 2019 22:36 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, saat Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Nusantara I, Kamis (20/6).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, saat Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Nusantara I, Kamis (20/6). KESDM

Prioritas penggunaan anggaran tahun 2020 lainnya, imbuh Jonan, adalah penyediaan bor air tanah dangkal untuk tanggap darurat sebanyak 50 titik, yang berkaca dari bencana kegeologian di Lombok dan Sulawesi Tengah tahun lalu. Serta pengeboran sumur air bersih untuk di daerah sulit air sebanyak 750 titik.

"Ini waktu gempa Sulawesi Tengah (Sulteng) berantakan kita. Kita harus survive bagaimana mencarikan anggaran untuk membangun 50 titik di tempat-tempat pengungsian di Sulteng dan Lombok, dan juga pemboran air bersih di daerah sulit air, itu yang biasanya 500-600 titik, sekarang naik 750 titik," jelasnya.

Pembangunan biogas komunal, sebut Menteri Jonan, juga merupakan prioritas penggunaan anggaran pada tahun depan, dimana KESDM akan membangun 24 unit, yang utamanya untuk pondok pesantren sehingga untuk memasak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk energinya.


Revisi PP Tak Direspon Jokowi, Jonan: Kami Sudah Mengajukan 8 Bulan Lalu…

Prioritas lainnya, dikatakan Jonan, adalah pembangunan lampu penerangan jalan tenaga surya sebanyak 50.000 unit. Selain itu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop sebanyak 800 unit yang akan digunakan untuk rumah sosial seperti panti asuhan, sekolah-sekolah, dan pondok pesantren.

Serta, pembangunan 50 unit PLTS untuk pos-pos di daerah terluar milik TNI.

"Pembangunan penerangan fotovoltaik atau tenaga surya, biasanya ini 20.000 unit setahun, ini naik menjadi 50.000 (unit). Ini kalau standarnya 1 KM 20 lampu, ini sama dengan 2.500 KM jalan atau 2 kali panjang jalan tol trans jawa," Pungkas Jonan.

Di samping itu, prioritas anggaran Kementerian ESDM pada tahun 2020 juga akan digunakan untuk pengembangan Geopark sebanyak 2 layanan; Pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan di Bali, Prabumulih (Sumatera Selatan), dan Bandung (Jawa Barat); Perbaikan peralatan 3 sistem mitigasi bencana geologi; Pengembangan 10 Pos Pengamatan Gunung Api; Serta untuk pendidikan pelatihan masyarakat di bidang migas, geologi mineral dan batubara, dan EBTKE.

RAPBN 2020: Volume Minyak Solar Subsidi Diusulkan Naik Jadi 16,14 Juta KL

Halaman: 
Penulis : Riana