logo


Pemblokiran Iklan Rokok di Internet, Kemenkes: Paling Tidak, Iklan Rokok Itu…

Iklan rokok di internet bertujuan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari dampak dan bahaya rokok.

21 Juni 2019 17:09 WIB

Ilustrasi Larangan Merokok
Ilustrasi Larangan Merokok ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan, Mauliate Gultom, menuturkan, permintaan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, untuk memblokir iklan rokok di internet bertujuan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari dampak dan bahaya rokok.

Adapun, terkait wacana pelarangan iklan rokok di internet itu, kata Mauliate, paling tidak bisa membuat iklan tersebut tidak bisa diakses lagi oleh anak-anak.

"Kami berharap iklan rokok tidak ada lagi di internet. Namun, paling tidak iklan rokok itu tidak bisa lagi diakses anak-anak," kata Mauliate, dalam diskusi publik yang diadakan Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) di Jakarta, Kamis (20/6).


Banjir Konawe Utara, Kemenkes Kirim Bantuan Alat Kesehatan Lingkungan

Sementara itu, Koordinator Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia (SAPTA), Tubagus Haryo Karbyanto, mengatakan ,internet termasuk dalam kategori media teknologi informasi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

"Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sama sekali tidak menyinggung soal iklan. Karena itu, yang bisa menjadi acuan adalah Peraturan Pemerintah Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan," katanya.

Menurut Pasal 30 Peraturan tersebut, iklan rokok masih diberikan peluang di media teknologi informasi dengan syarat memberlakukan verifikasi usia.

"Menteri Kesehatan bisa saja meminta kepada Menteri Komunikasi dan Informatika dengan keunggulan teknisnya itu bisa mengakomodasi kepentingan kesehatan tersebut," tuturnya, sebagaimana diwartakan Antara.

Pasalnya, kata Tubagus, hal itu pernah dilakukan oleh media daring pada 2013 dengan melakukan verifikasi usia meskipun dengan cara yang sederhana, yaitu mempertanyakan apakah pengguna berusia 18 tahun atau tidak sebelum iklan rokok muncul.

 

KNPK ke Kemenkes: Gak Semua Iklan Rokok di Internet Melanggar, Masa Main Larang dan Blokir!

Halaman: 
Penulis : Riana