logo


Soenarko Temui Kivlan Zen Sebelum Meninggalkan Rutan Guntur

Polri mengabulkan penangguhan penahanan Mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko

21 Juni 2019 17:04 WIB

Kuasa Hukum Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Ferry Firman Nurwahyu
Kuasa Hukum Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Ferry Firman Nurwahyu Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polri mengabulkan penangguhan penahanan Mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko yang terjerat kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Soenarko dikeluarkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jakarta, Jumat (21/6/2019) siang.

Kuasa Hukum Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Ferry Firman Nurwahyu mengungkapkan bahwa kliennya itu sempat menemui mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Dia menjelaskan pertemuan itu terjadi karena Kivlan Zen juga ditahan di tempat yang sama yaitu di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.


Ratusan Massa Desak Aparat Negara Segera Hentikan Narasi Kerusuhan

“Kebetulan dia satu rutan, hanya beda kamar,” ujar Ferry di Jakarta, Jumat (20/6).

Menurutnya dalam pertemuan itu, Soenarko meminta kepada Kivlan Zen untuk berhati-hati ketika menyampaikan pendapat-pendapatnya.

“Ya untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, supaya tidak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat,” ujar Ferry menirukan ucapan Soenarko.

Ferry mengatakan bahwa Soenarko juga meminta kepada Kivlan Zen untuk berhati-hati dengan tamu-tamu yang menemuinya.

“Soenarko meminta kepada Pak Kivlan untuk hati-hati juga dengan tamu-tamu yang tiba-tiba merekam dan diviralkan,” tuturnya.

“Seperti kemaren kan pak Soenarko juga tidak tahu kalau ada yang merekam dan memviralkan karena kan ada yang bertanya kalau di KPU putusan seperti ini, nah beliau kan spontan menjawab,” pungkasnya.

Tinggalkan Rumah Tahanan Guntur, Soenarko Dapat Penangguhan Penahanan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata