logo


SKK Migas Bakal Tekan Biaya Cost Recovery

Hingga akhir 2019, SKK Migas dan ESDM memprediksi cost recovery yang perlu ditanggung pemerintah sebesar US$ 11,46 miliar.

21 Juni 2019 11:57 WIB

Dwi Soetjipto.
Dwi Soetjipto. Dok. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menargetkan cost recovery atau pengembalian biaya operasional hulu migas di tahun depan lebih rendah ketimbang tahun ini. Hal ini bertujuan agar kerja hulu migas lebih efisien.

Usulan cost recovery tersebut relatif sama dengan target tahun ini, yaitu US$ 10,22 miliar. Namun, usulan itu lebih rendah dibandingkan proyeksi realisasi tahun ini yang sebesar US$ 11,46 miliar, dan realisasi tahun lalu yang sebesar US$ 12 miliar.

"Itu yang masang asumsi tahun ini memang kekecilan. Tapi kan yang paling penting ini lihat di 2018 kan US$ 12 miliar kan. Nah, ini sudah lebih turun outlooknya," kata Dwi, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/6).


Revisi PP Tak Direspon Jokowi, Jonan: Kami Sudah Mengajukan 8 Bulan Lalu…

Dwi melanjutkan, hingga Mei 2019 realisasi cost recovery sebesar US$ 4,05 miliar. Melihat hal tersebut, maka hingga akhir 2019, SKK Migas dan ESDM memprediksi cost recovery yang perlu ditanggung pemerintah sebesar US$ 11,46 miliar.

62 Desa di Sumsel Belum Terlistriki, PLN: Kita Sudah Usulkan ke Pusat, Tinggal..

Halaman: 
Penulis : Riana