logo


Jubir BPN: Kesaksian Saksi Ahli KPU Memperkuat Adanya Kecurangan Secara Sistematik, Terutama di…

Dahnil menilai bahwa dengan adanya kelemahan sistem website situng KPU tersebut, maka dapat berpotensi melanggar UU ITE.

21 Juni 2019 11:50 WIB

Dahnil Anzar Simanjutak
Dahnil Anzar Simanjutak BeritaSatu

Diketahui, dalam sidang lanjutan PHPU di Gedung Mahkamah Konstitusi, tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi, Luthfi Yazid, menanyakan kepada Marsudi Wahyu Kisworo, selaku saksi ahli KPU, terkait apakah ada kemungkinan kesalahan input data C1 kedalam website situng KPU.

"Apakah mungkin ada kesalahan entry atau kesalahan dalam situng ini?," tanya Luthfi.

"Kesalahan entry bisa terjadi, tadi saya sudah tampilkan, bahwa kesalahan entry itu ada dan tidak hanya terjadi di satu tempat serta tidak hanya terjadi pada satu pasangan, dua duanya ada dan tersebar secara acak. Jadi bisa karena kesalahan entry," jawab Marsudi.


Tak Ikut Tangani Sengketa Pilpres di MK, Habiburokhman: Karena Khawatir Dipersoalkan KPU

"Kemudian mekanisme atau langkah-langkah apabila terjadi kesalahan entry dan lain-lain seperti apa?," tanya Luthfi lagi.

"Seperti saya sampaikan diawal pada disclaimer itu jika terjadi salah entry karena formulir nya yang salah atau C1-nya yang salah maka yang seharusnya dilakukan oleh KPU mengkoreksi itu pada saat penghitungan suara berjenjang, nah kalau C1-nya sudah di koreksi maka baru bisa di KPU di koreksi lagi. Tetapi tidak boleh KPU mengkoreksi angkanya tanpa merubah C1-nya karena nanti terjadi ketidak konsistenan antara citra atau image dari C1 dengan angkanya bisa tidak sama," jawab Marsudi menjelaskan.

Soal Materi Pelatihan Saksi Jokowi-Ma'ruf, Demokrat: Wajar 01 Menang

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana