logo


Menteri ESDM: Subsidi Listrik Turun, Tapi Ada Satu Catatan..

Jonan mengusulkan, subsidi untuk listrik tahun depan sebesar Rp 58,62 triliun, lebih kecil dibanding anggaran subsidi listrik tahun ini yang sebesar Rp 59,32 triliun.

21 Juni 2019 09:39 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengusulkan, anggaran subsidi listrik tahun depan turun dibandingkan tahun ini.

Jonan mengusulkan, subsidi untuk listrik tahun depan sebesar Rp 58,62 triliun, lebih kecil dibanding anggaran subsidi listrik tahun ini yang sebesar Rp 59,32 triliun.

Menurut Jonan, ada penghematan sebesar Rp 600 hingga Rp 700 miliar pada tahun depan. Hanya saja, kata Jonan, pemerintah bisa mengantongi penghematan yang lebih besar lagi apabila untuk pelanggan non subsidi dikenakan tarif adjustment alias tarif sesuai dengan kondisi.


Kementerian ESDM: Isu Kenaikan Tarif Listrik Tidak Benar

"Subsidi listrik ada pilihan, tahun ini Rp 59,32 triliun, tahun depan Rp 58,32 triliun. Jadi turun (subsidi), tapi ada satu note (catatan). Apabila tarif listrik yang golongan rumah tangga 900 VA ke atas (nonsubsidi) boleh mengikuti tarif adjustment, subsidi bisa turun Rp6 triliun. Kalau tetap, subsidi hanya akan turun Rp600 miliar-Rp700 miliar saja,," ucap Jonan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/6).

Dengan melepas pelanggan non subsidi dengan tarif adjustment, sambung Jonan, maka bisa mengurangi beban pemerintah dalam plot subsidi.

Selain itu, kata Jonan, hal ini bisa menyehatkan APBN dan memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan yang lebih baik lagi.

RAPBN KESDM Tahun 2020, Jonan: Sekarang Sudah Naik, dan Tidak Tanggung-tanggung…

Halaman: 
Penulis : Riana