logo


Ratusan Massa Desak Aparat Negara Segera Hentikan Narasi Kerusuhan

Massa menuntut agar negara segera menghentikan narasi kerusuhan. Karena menurut mereka, apa yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya adalah tragedi kemanusiaan

20 Juni 2019 23:30 WIB

Ratusan massa terdiri dari mahasiswa, pemuda, pelajar, dan rakyat yang tergabung dalam Aliansi Tangerang Selatan untuk Indonesia Melawan Kejahatan Kemanusiaan melakukan aksi solidaritas untuk korban tragedi kemanusiaan yang terjadi pada tanggal 21-22 Mei 2019.
Ratusan massa terdiri dari mahasiswa, pemuda, pelajar, dan rakyat yang tergabung dalam Aliansi Tangerang Selatan untuk Indonesia Melawan Kejahatan Kemanusiaan melakukan aksi solidaritas untuk korban tragedi kemanusiaan yang terjadi pada tanggal 21-22 Mei 2019. ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ratusan massa terdiri dari mahasiswa, pemuda, pelajar, dan rakyat yang tergabung dalam Aliansi Tangerang Selatan untuk Indonesia Melawan Kejahatan Kemanusiaan melakukan aksi solidaritas untuk korban tragedi kemanusiaan yang terjadi pada tanggal 21-22 Mei 2019.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Surya Hakim Lubis, mengatakan bahwa bersatunya mereka adalah untuk menuntut agar negara segera menghentikan narasi kerusuhan. Karena menurut mereka, apa yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya adalah tragedi kemanusiaan.

Puji Saksi 02, Yusril Bilang, "Saya Kira Ini Ahli yang Luar Biasa"


Dituduh Biarkan Kerusuhan 22 Mei, Fadli: Fitnah Kejam!

"Peristiwa yang terjadi pada tanggal 21-22 Mei 2019 sangat jauh dari rasa kemanusian yang adil dan beradab dengan jatuhnya korban 10 anak bangsa." kata pria yang juga akrab disapa Hogay, di depan kampus ITB AD, Tangerang Selatan, Kamis (20/6).

Ditemui di tempat yang sama, Adit, yang merupakan mahasiswa Universitas Pamulang, mengimbau kepada oknum-oknum yang melakukan pengintimidasian terhadap keluarga korban agar segera dihentikan.

"Hentikan intimidasi dan ancaman kepada keluarga korban tragedi kemanusian 21-22 Mei 2019 yang dilakukan oleh oknum maupun institusi Polri dan hentikan itu segera karena kami mencintai Polri dalam rel nyata Tribata," tegas Adit.

Adit melanjutkan bahwa dia akan terus menggalang kekuatan mahasiswa dan rakyat untuk memastikan keselamatan bangsa, kemanusiaan, dan keadilan yang mulai terkoyak.

Spoilers One Piece 946 Lengkap: Luffy Akhirnya Sadar...

"Ekstra parlementer menjadi seruan kami, yaitu Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) menggalang kekuatan mahasiswa, pemuda, pelajar dan rakyat untuk dapat bersatu memastikan demokrasi kedaulatan rakyat yang telah terkoyak dalam tragedi kemanusian 21-22 Mei 2019 untuk memastikan keselamatan bangsa, kemanusian dan keadilan," tandasnya.

Fauka Jadi Tersangka Kerusuhan 22 Mei, Andi Arief Bilang, "Harus Dibela Jika...."

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana