logo


Pada Sidang Sengketa Pilpres 2019, Saksi Tim Hukum Prabowo Mengaku Dapat Intimidasi

Berikut ulasannya

20 Juni 2019 11:53 WIB

Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nur Latifa, salah satu saksi tim hukum Prabowo-Sandi pada persidangan sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pernah mendapat intimidasi dari pihak tertentu pasca pencoblosan 17 April 2019 lalu.

Dia mengaku pernah diancam dibunuh karena disangka terlibat dalam viralnya sebuah video dugaan kecurangan pilpres.

Di hadapan majelis hakim MK, Nur mengungkapkan bahwa ancaman kepada dirinya bermula ketika ia mengetahui kejanggalan proses pemungutan suara di TPS 08 Dusun Winosari, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.


Sebut Saksi 02 Justru Melemahkan, Ferdinand Bilang, "Kalau Begini, Betul-betul Sudah Selesai!"

Kejanggalan yang dimaksud adalah, adanya seorang petugas KPPS bernama Komri yang melakukan pencoblosan surat suara sebanyak kurang lebih 15 suara.

"Sepengetahuan saya ada 15 (surat suara). Saya menyaksikan sendiri, saya ada di TPS, duduk sebelah saksi-saksi. Saya juga punya rekaman videonya," ujar Nur Latifa dalam persidangan di Gedung MK, Jakarta, Rabu kemarin (19/6).

Rekaman video kejanggalan tersebut, lanjut Nur kemudian menjadi viral. Meskipun ia mengaku bukan ia yang merekam atau menyebarkan video tersebut.

Pernah Minta Klarifikasi Bupati Karanganyar, Saksi 02: Beliau Mengatasnamakan Keluarga Besar Karanganyar ...

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma