logo


Dukung Jokowi-Ma'ruf, NU Blak-blakan Minta Jatah Menteri, "Gak Ada Dukungan Politik yang Gratis"

"Sesuatu yang wajar kan, dan ndak dilarang"

20 Juni 2019 10:38 WIB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nadhatul Ulama (NU) secara terang-terangan meminta jatah menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Pasalnya, dalam Pilpres 2019 NU mengklaim kemenangan Jokowi-Ma'ruf juga merupakan kontribusi tokoh dan warga NU.

"Tidak ada dukungan politik yang gratis!" tegas Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) yang diwartakan merdeka.com (20/6).

Baca Juga: Kivlan Zen Minta Perlindungan ke Menhan, Ryamizard Jawab, "Saya Sudah Bisik-bisik ke Polisi"


PA 212 Akan Adakan Ifthor Akbar di KPU, TKN Bilang, "Tolong Direnungkan Kembali"

BPN Tak Bisa Tunjukkan Bukti 17,5 Juta KTP Palsu, Netizen Bilang, "Karangan Mimpi Kok Diajukan ke MK"

Bahkan ia yakin tokoh NU akan menempati posisi strategis di kabinet di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mendatang.

"Insya Allah akan mendapat posisi yang strategis," sambungnya.

Hal ini juga diiyakan oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, ia menyebut usulan permintaan jatah menteri merupakan hal yang wajar.

Gak Setuju Koruptor Dibui di Pulau Terpencil, Fadli Zon Bilang, "Harus Diberi Keadilan, Kemanusiaan"

"Sesuatu yang wajar kan, dan ndak dilarang. Ya tinggal gimana nanti cara dan suatu bentuk komitmen-komitmen yang akan, ya lihat nanti. Tentu kan banyak yang berkeinginan," ujar Kiai Miftah.

BPN Persoalkan Jabatan Ma'ruf di Bank, TKN Bilang, "10 Ribu Kali Manuver Kalau Tidak Ada Kaitan..."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata