logo


Rahmat Baequni Sebut Petugas KPPS Meninggal Diracun, KPU: Hoaks dengan Bungkus Ceramah Agama

Pramono mengatakan bahwa lembaga lain tidak ada yang menyebut racun sebagai penyebab kematian petugas KPPS

19 Juni 2019 14:39 WIB

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi bawaslu.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar tengah menyelidiki soal video ceramah Rahmat Baequni‎ yang menyebut petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019 tewas diracun.

Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan bahwa Baequni telah menyebarkan kabar bohong atau hoaks yang dibungkus dengan ceramah agama.

"Bilang KPPS diracun untuk bungkam saksi kecurangan? Orang ini menyebar hoaks dengan bungkus ceramah agama," ujar Pramono seperti dilansir Jitunews dari akun Twitternya, Rabu (19/6).


Bambang Widjojanto Nilai KPU Gagal Saat Menjawab Gugatan Kubu Prabowo-Sandi

Pramono meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki Baequni secara baik-baik.

"Di tiap TPS ada 7 Petugas KPPS. Jika 1 meninggal, maka 6 yang lain masih bisa bersaksi. Silakan pak polisi tanya orang ini baik-baik," cuit @PramonoUtan.

Bambang Widjojanto Usir 2 Tim Hukum KPU Karena Lakukan Ini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata