logo


Sarankan Proses Pemilu Kembali ke Tahun 1999, Andi Arief: Pemilu Itu Simpel

"Pemilu itu simpel. Sepanjang penyelenggara (KPU) tidak berpihak"

19 Juni 2019 14:14 WIB

Andi Arief
Andi Arief Twitter @AndiArief_

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Andi Arief menilai penyelenggara pemilu selalu dianggap tidak adil bagi peserta pemilu yang kalah dalam pesta demokrasi.

"Sampai lebaran kuda, penyelenggara pemilu selalu dituduh tidak adil bagi yang kalah. Selalu akan dituduh berpihak inkumben," cuit Andi Arief di laman Twitternya (19/6).

Baca Juga: Akui Dapat Ancaman, Saksi Prabowo-Sandi Ogah Mengungkap, ""Kalau Saya Sebut Nanti Berkaitan..."


Waketum PAN Sebut Ucapan Faldo Realitas, Demokrat: Gue Demen Ini

Ditawari Jadi Sekjen PSSI, Ini Jawaban Mengejutkan Menantu Jokowi

Oleh karena itu, ia menyampaikan proses pemilu ini alangkah baiknya dikembalikan pada tahun 1999 yang diselenggarakan oleh partai politik. Di mana, pada tahun 1999, tak ada isu curang.

"Sebetulnya bisa diatasi dengan mengembalikan penyelenggara ke Pemilu 1999. Penyelenggara dikembalikan ke Partai Politik. Pemilu 1999 tidak ada isu curang," sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemilu merupakan hal yang simpel dengan catatan penyelenggara jujur dan adil. "Pemilu itu simpel. Sepanjang penyelenggara (KPU) tidak berpihak maka sebuah pemilu dapat dikatakan jujur dan adil. Itulah formalnya. Saya tidak melihat tuntutan 02 menyatakan KPU berpihak," pungkasnya.

Andi Arief: Sampai Lebaran Kuda, Penyelenggara Pemilu Selalu Dituduh Tidak Adil bagi yang Kalah

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata