logo


Soal Permohonan LPSK Ditolak, Tim Hukum Prabowo: Itulah Hebatnya MK

Permohonan saksi Prabowo-Sandiaga Uno untuk diberikan perlindungan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ditolak oleh Mahkamah Konstitusi.

18 Juni 2019 20:17 WIB

Bambang Widjojanto
Bambang Widjojanto Kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Permohonan saksi Prabowo-Sandiaga Uno untuk diberikan perlindungan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. Ketua tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto menganggap hal itu merupakan kehebatan MK yang bisa mengakomodir para pihak.

"Tapi saya pikir tadi salah satu kehebatan MK adalah ia mencoba mengakomodasi itu, dan tadi sudah dijelaskan ada problem sebenarnya bagaimana mau membuktikan. Tapi kemudian ada keberatan di jumlah, oke kalau begitu kita akan mencoba untuk mengakomodasi apa yang sudah diputuskan," tutur BW di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, detikcom, Selasa (18/6).

Baca juga: Tak Disangka! Inilah 5 Persamaan Jokowi dan Bambang Widjojanto!


Gelar Aksi Kawal Sidang Sengketa Pilpres, Alumni UI: Supaya Indonesia Tidak Pecah

Menurutnya, ancaman yang diterima saksi dapat berupa fisik maupun psikis. BW menyebut dirinya tidak dapat menyampaikan hal tersebut.

"Ancaman bisa fisik, bisa psikis, kalau saya bilang menyangkut nyawa nanti saya agak berlebihan," ujar BW.

BW mengatakan, terdapat saksi yang tidak nyaman untuk memberikan kesaksian. Namun, BW enggan menyebut berapa banyak saksi yang menerima ancaman.

"Cuma orang yang mengatakan, 'pak saya kayaknya nggak nyaman kalau saya memberikan kesaksian, terus apa jaminannya pak'. Itu muncul pernyataan-pertanyaan seperti itu," kata BW.

Bambang Widjojanto menyatakan dirinya pernah menjadi korban. "Saya pernah jadi korban ko, sudah disini kemudian jadi tersangka, gimana," tutupnya.

Mantan Penasihat KPK Tuntut MK Diskualifikasi 01, "Bagaimana dalam Waktu Hitungan Hari Bertambah 13 M"

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu