logo


Bambang Widjojanto Nilai KPU Gagal Saat Menjawab Gugatan Kubu Prabowo-Sandi

Berikut ulasannya

18 Juni 2019 16:26 WIB

Bambang Widjojanto
Bambang Widjojanto Kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto menilai setidaknya terdapat sejumlah kesalahan atau kegagalan yang dilakukan oleh pihak termohon atau KPU saat menjawab permohonan gugatan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Dia menjelaskan termohon dianggap gagal membangun narasi yang bisa menjawab permohonan-permohonan yang diajukan pihaknya dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kegagalan yang pertama adalah, termohon menolak perbaikan tapi menjawab perbaikan. Mereka menolak adanya perbaikan menjadi bagian tak terpisahkan dari permohonan, tapi sebagian besar argumennya itu menjawab soal permohonan," ujar Bambang Widjojanto di Jakarta, Selasa (18/6).


Waketum PAN Sebut Ucapan Faldo Realitas, Demokrat: Gue Demen Ini

Selanjutnya, kegagalan lainnya adalah terkait jabatan Maruf Amin di sejumlah anak perusahaan BUMN namun secara administrasi tetap diloloskan menjadi cawapres 01 dan hanya berdasarkan aturan BUMN.

"Padahal Putusan Mahkamah Agung Nomor 21 Tahun 201, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 48 tahun 2013, Peraturan BUMN Nomor 3 tahun 2013, Undang-undang Keuangan Negara, Undang-undang Perbendaharaan Negara, Undang-undang Anti Korupsi, itu semuanya kalau dikecikan disimpulkan bahwa anak perusahaan adalah mewakili representasi dari BUMN. Bukan sekedar konsultan," terangnya.

LPSK Minta MK Diskualifikasi Prabowo-Sandi Karena Lakukan Ini

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma