logo


LPSK Minta MK Diskualifikasi Prabowo-Sandi Karena Lakukan Ini

Berikut ulasannya

18 Juni 2019 15:52 WIB

Prabowo Sandi (kompas.com)
Prabowo Sandi (kompas.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) diminta untuk mendiskualifikasikan Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi karena dinilai terlibat secara Terstruktur Sistemasif dan Masif (TSM) terhadap huru hara yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hal itu disampaikan humas Laskar Pengemban Suara Kedaulatan (LPSK) Ichal Lubis saat melakukan aksi damai di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (18/6).

Dalam aksinya, massa LPSK mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena adanya upaya pelanggaran Pemilu dan dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan nomor urut 02 tersebut.


Disebut Berpeluang Jadi Calon Menteri Jokowi, Demokrat ke Sandiaga: Sudah Sepakat dengan Jokowi?

Ichal Lubis mengatakan hal itu terlihat mulai dari para loyalisnya diduga terlibat sebagai dalang kerusuhan 22 Mei 2019, adanya dugaan terjadi kecurangan saat proses Pilpres 2019 di daerah basis pendukung Prabowo-Sandi seperti di Madura adanya Ketua relawan Prabowo Sandi Sampang menjadi anggota KPU.

“Lalu anggota Komisioner KPU RI memiliki hubungan saudara dengan tim BPN. Maraknya caleg kubu 02, terjaring operasi tangkap tangan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Ichal terlihat dari adanya ketua tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) pernah menjadi tersangka kasus sengketa Pilkada Kotawaringin Barat dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010, di mana keterangan palsu oleh saksi-saksi diduga telah di-setting.

Waketum PAN Sebut Ucapan Faldo Realitas, Demokrat: Gue Demen Ini

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma