logo


Sri Mulyani: Kami, Extremely Hati-hati Mengelola Utang…

Menkeu menyampaikan, utang Pemerintah dikelola secara sangat hati-hati mengacu pada rambu-rambu yang diatur pada UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

18 Juni 2019 14:58 WIB

Menkeu, Sri Mulyani
Menkeu, Sri Mulyani Kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menegaskan bahwa Pemerintah selalu mengelola utang secara sangat hati-hati (prudent). Sejauh ini, posisi utang Pemerintah masih dalam kondisi aman.

Menkeu menjelaskan, kebijakan pengelolaan ekonomi makro untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan termasuk instrumen utang itu bersifat fleksibel. Apabila kondisi ekonomi sudah membaik (cukup sehat) maka utang akan dikurangi sehingga ruang fiskal di APBN dapat ditingkatkan.

Karena itu, Menkeu mengingatkan bahwa utang harusnya dilihat sebagai alat bukan tujuan. Misalnya, Pemerintah giat mengeluarkan surat utang yang bersifat retail (kecil) kepada masyarakat dalam negeri antara lain untuk memperluas pasar investasi.


Pemerintah Sesuaikan Batasan Rumah, Rumah Susun, Asrama Mahasiswa yang Bebas PPN

Apabila masyarakat dalam negeri yang lebih dominan berinvestasi di pasar utang pemerintah, maka diharapkan akan mengurangi volatilitas ketika terjadi goncangan ekonomi global.

“APBN termasuk pembiayaan atau utang itu adalah instrumen. Pada saat ekonomi melemah, utang digunakan sebagai counter cyclical untuk meng-counter pelemahan. Fiskal (policy) itu didesain terutama defisitnya bukan sebagi stand alone policy (kebijakan yang berdiri sendiri) tetapi dia adalah bagian dari pengelolaan ekonomi makro didalam rangka untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan,” tegas Menkeu, Saat menghadiri Raker Komisi XI DPR dengan, Bappenas, BPS, BI dan OJK, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (17/6) kemarin.

Tiket Mahal Menkeu Berpesan untuk Hemat, Demokrat: Masalah yang Tak Sulit Kalian Bikin Sulit

Halaman: 
Penulis : Riana