logo


Minta Saksi-saksinya Dilindungi LPSK, Kubu 02: Mau Tidak Mau pada 2019 Ini Kami...

Nico menjelaskan bahwa dalam pelanggaran Pemilu itu, selain secara administrasi juga ada pelanggaran-pelanggaran tindak pidana yang perlu diungkap.

17 Juni 2019 20:58 WIB

Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo
Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo KOMPAS.com/Kristian Erdianto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo, menjelaskan bahwa pihaknya memerlukan dukungan perlindungan hukum dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melindungi para saksi yang akan dihadirkan dalam sidang perselisihan suara pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dia menuturkan bahwa pada pengalamannya di tahun 2014 lalu, yang mana dirinya juga terlibat dalam sidang perselisihan suara pemilihan umum (PHPU) di MK sebagai tim kuasa hukum Prabowo-Hatta, banyak saksi-saksi yang tidak dapat hadir ataupun tidak bersedia hadir di persidangan lantaran berada di bawah ancaman dan tekanan dari pihak lain.

"Ini fakta yang harus kami ungkapkan, sehingga mau tidak mau pada 2019 ini kami harus menempuh langkah-langkah hukum untuk menjamin keberadaan saksi-saksi yang akan kami hadirkan," kata Nico di Jakarta, Senin (17/6).


BPN: Kami Konsisten di Jalur Hukum Demi Perjuangkan Suara Rakyat

Nico menjelaskan bahwa landasan hukum yang pihaknya pakai untuk meminta penjaminan keamanan maupun perlindungan terhadap para saksi adalah pasal 28 huruf G UUD 1945, selain itu juga pasal 29 dan pasal 30 undang-undang nomer 39 tahun 2009 tentang hak asasi manusia.

"Di samping itu juga, landasan hukum lainnya adalah undang-undang nomer 12 tahun 2005 tentang konvensi internasional hak-hak sipil dan politik. Untuk itulah dari tim kuasa hukum Prabowo-Sandi sangat berkepentingan untuk meminta perlindungan saksi itu kepada LPSK," tegasnya.

Meskipun LPSK itu menyangkut kasus tindak pidana, tetapi Nico menjelaskan bahwa dalam pelanggaran Pemilu itu, selain secara administrasi juga ada pelanggaran-pelanggaran tindak pidana yang perlu diungkap.

Sehingga, kata dia, tidak menutup kemungkinan untuk LPSK memberikan jaminan saksi bagi para saksi maupun korban sesuai dengan undang-undang nomer 31 tahun 2014

"Untuk itu besok tim kuasa hukum kami akan mengajukan surat pengajuan secara resmi untuk mendapatkan perlindungan saksi dari LPSK ke Mahkamah Konstitusi," tandasnya.

Dorong LPSK untuk Lindungi Saksi BPN, PSI: Agar 02 Tidak Bangun Imajinasi....

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana
 
×
×