logo


BPN: Kami Konsisten di Jalur Hukum Demi Perjuangkan Suara Rakyat

Konsistensi BPN menempuh jalur hukum bukan semata untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 tersebut.

17 Juni 2019 18:30 WIB

Ilustrasi gedung Mahkamah Konstitusi.
Ilustrasi gedung Mahkamah Konstitusi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Tim Hukum Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo, menyatakan, proses sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak lain untuk memperjuangkan suara rakyat yang merasa dicurangi.

Menurutnya, konsistensi BPN menempuh jalur hukum bukan semata untuk pasangan Prabowo-Sandi.

"Kenapa sampai kami itu sangat konsisten untuk menempuh jalur hukum, karena yang kita perjuangkan ini adalah hak asasi dari suara rakyat yang telah diberikan pada Pilpres 17 April 2019 yang lalu. Jadi, kami ingin menegakkan demokrasi dan ingin mengakkan keadilan kebenaran yang subtantif," ujarnya di Jakarta, Senin (17/6).


Didorong Jadi Ketum Golkar, Bamsoet: Jujur, Saya Belum Berpikir ke Arah Sana

Nicholay menegaskan, Prabowo-Sandi hanya alat yang dipercaya menjadi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Oleh karena itu, imbuh dia, rakyat yang menitipkan suaranya di Pilpres 2019 kepada Prabowo-Sandi dan merasa dicurangi meminta hak agar keadilan bisa ditegakkan.

"Perjuangan yang dilakukan oleh tim hukum yang dipimpin Bambang Widjojanto CS bukan masalah Prabowo-Sandi. Kami sangat-sangat mempunyai tekad bahwa gugatan di MK demi penegakkan demokrasi keadilan yang kebenaran dan substantif dan demi kedauatan rakyat," tegas Nicholay.

BPN Sebut Era Jokowi Sangat Demokratis Dibandingkan Era Majapahit

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Kesdik Bayu