logo


Soal HOA Blok Masela, Jonan: Ini Merupakan Investasi Jepang Terbesar Sejak…

Pengembangan di Blok Masela akan menjadi awal yang baik dalam dalam pengembangan hulu migas di laut dalam Indonesia bagian timur.

17 Juni 2019 06:45 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan Dok. KESDM

JEPANG, JITUNEWS.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Inpex Corporation menandatangani "Head of Agreement" (HOA) pengembangan lapangan hulu migas Masela di di Kepulauan Tanimbar, Maluku, di Jepang, Minggu (16/6).

HOA ditandatangani antara Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dan President Direktur Inpex Indonesia, Shunichiro Sugaya, disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan; Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Hiroshige Seko; dan, CEO dan Presiden Direktur Inpex Corporation, Takayuki Ueda.

Jonan menuturkan, Pemerintah Indonesia menyambut baik penandatanganan HOA ini.


Tawarkan Tujuh Blok Migas ke Investor, KESDM: Lagi Aktif Jemput Bola…

"Setelah sekian lama dilakukan pembahasan, penandatanganan HOA ini menjadi titik penting bagi investasi hulu migas di Indonesia, dengan nilai sekitar US$18-20 Miliar, yang terbesar untuk investasi 1 kegiatan di Indonesia, dan ini merupakan investasi Jepang terbesar sejak 5 dekade terakhir,” beber Jonan.

Kemudian, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan, pengembangan di Blok Masela akan menjadi awal yang baik dalam dalam pengembangan hulu migas di laut dalam Indonesia bagian timur.

"Dengan pengembangan lapangan Masela, diharapkan akan segera masuk investasi luar negeri yang besar, dan dapat memberikan pengaruh positif bagi Foreign Direct Investment di Indonesia, terciptanya multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri, dalam rangka mendukung perekonomian nasional, dan ke depannya di harapkan iklim investasi di Indonesia akan semakin baik dan semakin kompetitif," ujar Dwi.

Setelah penandatanganan HOA, yang telah mencakup semua hal utama dalam parameter proposal revisi Plan of Development (POD) lapangan Abadi di Blok Masela, diharapkan penyelesaian revisi POD dapat dilakukan dalam waktu yang secepatnya.

Pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi Gas Bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9.5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd Gas Pipa), dengan target onstream di tahun 2027.

 

Resmikan Smelter Feronikel, Arcandra: Yang Kita Usahakan Ini untuk Menutup Gap dari…

Halaman: 
Penulis : Riana