logo


KPU Keluhkan Sulit Dapat Tiket Pesawat di Depan Hakim MK, Fahri Hamzah: Gak Masuk Akal

“Alasan kesulitan mendapatkan tiket, nggak masuk akal mengingat KPU notabenenya sebagai penyelenggara Pemilu"

16 Juni 2019 13:33 WIB

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pernyataan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman yang meminta perpanjangan waktu perbaikan jawaban gugatan Pilpres 2019 lantaran kesulitan mendatangkan saksi KPU dari luar kota mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Menurutnya pernyataan tersebut sangat tidak masuk akal.

“Alasan kesulitan mendapatkan tiket, nggak masuk akal mengingat KPU notabenenya sebagai penyelenggara Pemilu,” ujar Fahri di Jakarta, Sabtu (15/6).

Baca Juga: Dikritik Yusril, BW Membalas, "Sementara Dia Tidak Bisa Counter Ratusan Argumen Kami"


FPI dan PA 212 Unjuk Rasa di MK, TKN Sebut Prabowo Tak Didengar

BPN Persoalkan Kenaikan Gaji PNS ke MK, TKN Jawab, "Semata-mata untuk Tingkatkan Kesejahteraan Mereka"

Dia menilai KPU sebagai penyelenggara pemilu,  tidak perlu mencari-cari alasan yang aneh-aneh.

“Ini urusan negara, masa susah mendapatkan tiket. Harusnya gratis, tak perlu cari alasan yang aneh-aneh,” tuturnya.

Fahri pun tak habis pikir dengan alasan yang disampaikan di depan Ketua MK, Anwar Usman tersebut. Sebab, KPU memiliki banyak pilihan moda transportasi jika memang mengindahkan perintah MK.

Mengaku Pesimis, Ferdinand: Dalil yang Disampaikan Pengacara Prabowo-Sandi Sangat Lemah

“Jika ada niat, (menggunakan) kereta api cukup 1 gerbong untuk angkut logistik dari Surabaya. Sehari langsung sampai Jakarta. Jangan kalian cari-cari alasan wahai KPU,” tegasnya.

Atas sikap KPU ini, Fahri pun mengaku semakin ragu dengan kinerja KPU dalam melaksanakan Pemilu 2019 yang penuh dengan kritikan tajam. Terlebih sebelumnya KPU juga menjadi sorotan publik saat memajukan jadwal penetapan hasil Pilpres pada 21 Mei lalu.

“Dan kita semua menjadi benar-benar sangat ragu dengan KPU pusat, kredibilitasnya hancur setelah di hadapan sidang MK sangat terlihat ketidaksiapannya,” pungkasnya.

Bambang Widjojanto: Selama Ini MK Itu Kayak Dijebak...

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata