logo


Sengketa Pilpres 2019, Tokoh Agama dan Pemuda Sepakat Tolak Aksi Anarkis

Penolakan terhadap aksi anarkis dalam sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang kini ditangani Mahkamah Konstitusi (MK) terus bergulir.

15 Juni 2019 17:08 WIB

Gedung Mahkamah Konstitusi.
Gedung Mahkamah Konstitusi. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

CIAMIS, JITUNEWS.COM - Penolakan terhadap aksi anarkis dalam sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang kini ditangani Mahkamah Konstitusi (MK) terus bergulir.

Sejumlah tokoh agama, tokoh pemuda, hingga dewan pendidikan Kabupaten Ciamis dan Pangandaran menyerukan hal yang sama.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Kabupaten Ciamis, KH. Wawan As Arifin, pun mengajak seluruh komponen masyarakat Ciamis untuk menjaga persatuan dan kesatuan.


Pendapatnya Dikutip Tim Prabowo-Sandi, Tim Lindsey: Mereka Tidak Pernah Membicarakannya dengan Saya dan...

"Menghadapi sengketa pilpres di MK, mari kita jaga persatuan dan kesatuan, tidak melanggar aturan. Kita tunggu hasil dari MK itu sendiri," terang KH Wawan, saat dihubungi, Jumat (14/6) kemarin.

Lebih dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.

"Baik itu kegiatan yang bisa menimbulkan perpecahan atau keresahan. Mudah-mudahan Allah melindungi kita bersama," tambahnya.

Kemudian, tokoh agama Maleber Ciamis yang juga Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ciamis, Ustadz Hasanudin, pun mengungkapkan hal senada.

"Kami masyarakat Maleber dengan ini menolak kerusuhan, anarkis, dan segala bentuk kegiatan inkonstitusional yang bisa merusak tatanan bernegara," tandasnya.

"Mari kita ciptakan suasana Ciamis yang agamis, kondusif, aman, dan nyaman. Kita bergandengan bersama untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Kita ciptakan masyarakat yang Islam Rahmatan lil alamin," imbuhnya.

Sidang Sengketa Pilpres 2019, Ruhut: Mohon Jangan Ada yang Tertawa Dulu

Halaman: 
Penulis : Riana