logo


KKP Apresiasi Komitmen Penerapan Budidaya Berkelanjutan dalam Budidaya Tilapia

Apresiasi tersebut merujuk kepada keberhasilan RSI yang menjadi produsen tilapia/nila terbesar di dunia

15 Juni 2019 14:51 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto,memberikan sambutan dalam peluncuran merek “Regal Spring Indonesia” dan Program “Kami Peduli” di Jakarta, Jumat (13/5).
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto,memberikan sambutan dalam peluncuran merek “Regal Spring Indonesia” dan Program “Kami Peduli” di Jakarta, Jumat (13/5). KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi komitmen penerapan budidaya berkelanjutan dalam meningkatkan produksi ikan nila nasional oleh perusahaan Regal Springs Indonesia (RSI). Dengan begitu, manfaat sebesar-besarnya dan berkesinambungan bagi ekonomi masyarakat benar-benar dapat dirasakan. KKP berharap komitmen tersebut juga dapat dilakukan oleh seluruh perusahaan swasta maupun masyarakat yang melakukan usaha budidaya ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers sesaat setelah mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memberikan sambutan dalam peluncuran merek “Regal Spring Indonesia” dan Program “Kami Peduli” di Jakarta, Jumat (13/5).

Apresiasi tersebut merujuk kepada keberhasilan RSI yang menjadi produsen tilapia/nila terbesar di dunia dan mampu menerapkan secara penuh prinsip-prinsip cara budidaya ikan yang baik (CBIB), pengolahan limbah dan peningkatan nilai tambah dalam budidaya nila dengan KJA di Danau Toba, Sumatera Utara dan daerah lainnya di Indonesia melalui anak usahanya PT. Aquafarm Nusantara.


KKP Larang Penggunaan Induk Udang Asal Tambak

Atas keberhasilan itu RSI berhasil mengantongi sertikasi Aquaculture Stewardship Council (ASC) dan Best Aquaculture Practice (BAP) sehingga produknya dapat di ekspor ke pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa dan Australia. Selain itu, secara ekonomi RSI telah berhasil menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

“Kami menyadari kualitas produk tilapia premium dengan sertifikasi dan standar internasional yang dihasilkan oleh PT. Aquafarm dapat menjadi contoh yang baik untuk menjamin keberterimaan produk ikan Indonesia di pasar Internasional," ucap Slamet saat membacakan sambutan Menteri KP.

Sebagai Informasi, RSI merupakan perusahaan asal Swiss yang bergerak dalam bisnis budidaya ikan. Perusahaan ini dikenal karena mampu melibatkan orang-orang yang kurang beruntung di wilayah sekitar usahanya, sehingga memberikan peluang bagi masyarakat setempat untuk memiliki pendapatan dan mata pencaharian yang layak. Hingga kini, RSI memberikan dampak penyediaan lapangan pekerjaan dengan menyerap lebih dari 4.000 orang tenaga kerja di seluruh Indonesia.

KKP: Daya Beli Pembudidaya Ikan Tumbuh Positif

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata