logo


Pendapatnya Dikutip Tim Prabowo-Sandi, Tim Lindsey: Mereka Tidak Pernah Membicarakannya dengan Saya dan...

Tim Lindsey adalah seorang profesor asal Australia.

15 Juni 2019 08:14 WIB

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Profesor asal Australia, Tim Lindsey, adalah salah satu ahli yang pendapatnya dikutip oleh Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Setelah sempat beberapa saat diam, Lindsey pun akhirnya buka suara terkait pendapatnya tersebut.

Baca juga: Per 15 Juni, Ma'ruf Amin Tercatat Sebagai yang Paling Sedikit dalam...


Wajib Tahu! Inilah 5 Fakta Penting Bambang Widjojanto yang Jarang Diketahui!

Namun bukannya mendukung, profesor satu ini justru kecewa dan memprotes apa yang dilakukan tim pimpinan Bambang Widjojanto tersebut.

"Artikel yang saya tulis membahas kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah menyebutkan ada kecurangan dalam pemilu," kata Tim Lindsey, seperti dilansir detik.com, Sabtu (15/6).

"Mereka tidak pernah membicarakannya dengan saya dan tidak pernah meminta izin menggunakan artikel saya. Saya tidak ada urusannya dengan kasus yang dihadapi Prabowo," lanjutnya.

Berikut pernyataan lengkap Tim Lindsey dalam Bahasa Inggris.

My article was NOT written about these elections. It was written in 2017.

Prabowo's legal team included a quote from my article in their petition that was (1) clearly taken out of context, (2) contained emphasis (bolding, underlining etc) that was NOT in the original, and (3) does NOT support the argument they say it supports.

In my article, I was simply discussing the political predicament Jokowi was facing in 2017. I did NOT say in the article that Jokowi was authoritarian, as Prabowo's legal team claim, and I did NOT say there would be fraud in the elections.

Prabowo's legal team did NOT discuss their use of my article with me, and they did NOT seek my agreement or approval. I had nothing to do with the preparation of Prabowo's case.

Jokowi's legal team have reviewed my article. They announced publicly through Arsul Sani, a member of Jokowi's team, that the article does not say the things Prabowo's team claim that it says. They agree that I have been misquoted/misrepresented by Prabowo's Legal Team.

Best wishes,
Tim Lindsey

Per 15 Juni, Ma'ruf Amin Tercatat Sebagai yang Paling Sedikit dalam...

Halaman: 
Penulis : De Sukmono