logo


Gedung Putih Minta Penundaan Larangan Terhadap Huawei

Presiden Donald Trump pada bulan lalu mengumumkan keadaan darurat nasional karena masalah ancaman terhadap teknologi AS.

13 Juni 2019 15:09 WIB

Huawei Logo
Huawei Logo Techincludes.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pejabat sementara Kepala Anggaran Gedung Putih ingin menunda kebijakan pembatasan usaha yang diterapkan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap perusahaan telekomunikasi China, Huawei.

Pihak Gedung Putih mengatakan pemerintah membutuhkan tambahan dua tahun untuk menyusun aturan tambahan dari Undang-undang Otoritas Pertahanan Nasional yang mengharuskan pemasok dan kontraktor pihak ketiga membatasi pembelian dan penggunaan peralatan Huawei.

Baca juga: Oppo Reno Dipasarkan Pekan Depan, Ini Daftar Harganya


Rayakan 65 Hubungan Diplomatik Indonesia Austria, Menko PMK Antar Persembahan Konser Musik Ethnochestra: A Melody of Friendship di Wina, Austria

"Ini guna memastikan bahwa perusahaan yang melakukan bisnis dengan pemerintah AS atau menerima hibah dan pinjaman federal punya waktu untuk melepaskan diri dari hubungan bisnis dengan Huawei dan perusahaan teknologi Cina lainnya yang terdaftar di NDAA," ujar Jacob Wood, juru bicara OMB dilansir dari Reuters, Kamis (13/6=).

Sementara itu, Direktur OMB Russ Vought meminta para pemimpin kongres dan Wakil Presiden Mike Pence untuk penundaan surat awal pekan ini. Dikatakannya penundaan itu akan memastikan implementasi yang efektif dari larangan tersebut tanpa mengorbankan tujuan keamanan yang diinginkan, dan mengatakan akan ada pengurangan dramatis jumlah kontraktor yang dapat menjual kepada pemerintah AS tanpa penundaan.

Dilansir dari CNBC, Vought pun meminta agar pembatasan pembelian peralatan Huawei yang dikenakan pada kontraktor pemerintah dimulai dalam empat tahun, bukan dua tahun. "Penundaan akan memungkinkan waktu tambahan untuk memikirkan dampak potensial dan kemungkinan solusinya."

Seperti diketahui Presiden Donald Trump pada bulan lalu mengumumkan keadaan darurat nasional karena masalah ancaman terhadap teknologi AS.

Huawei bahkan telah ditambahkan ke dalam daftar hitam atau blacklist oleh Departemen Perdagangan, membuat raksasa teknologi China itu kesulitan melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Amerika.

Pertamina MOR III Raih Bronze Award di Ajang PR Week Asia 2019

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu