logo


Rencana Pembunuhan 4 Tokoh, PDIP: Ala Pembunuhan Tokoh-tokoh Politik di Timur Tengah

Charles mengatakan bahwa Indonesia tidak memiliki tradisi merebut kekuasaan dengan cara melakukan pembunuhan

13 Juni 2019 00:30 WIB

Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris.
Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polisi mengungkap adanya rencana pembunuhan terhadap 4 pejabat negara pada aksi 21-22 Mei 2019. Hal itu mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Politikus PDIP, Charles Honoris, menyebut rencana pembunuhan tersebut menunjukkan adanya upata memainkan politik kekerasan.

"Rencana pembunuhan terhadap tokoh-tokoh politik nasional sebagaimana diungkap kepolisian, menunjukkan ada upaya memainkan politik kekerasan oleh segelintir elite ala pembunuhan tokoh-tokoh politik di Timur Tengah atau Amerika Latin, sebagai ekspresi ketidakpuasan terhadap proses elektoral yang sudah berjalan. Negara tidak boleh membiarkan aksi kekerasan tersebut sebelum terlanjur menjadi 'lingkaran setan kekerasan' dalam perpolitikan Indonesia," kata Charles Honoris, kepada wartawan, Rabu (12/6).


Sekjen PAN Tegaskan Partainya Masih Mendukung Kubu 02 untuk Saat Ini

"Dalam beberapa dekade terakhir, ratusan tokoh politik di Amerika Latin menjadi korban pembunuhan dari lawan politik, kartel narkotika, dan kekuatan militer. Tidak sedikit juga tokoh politik di Timur Tengah yang meninggal dunia karena dibunuh, sebut saja pembunuhan mantan PM Lebanon Rafik Hariri, yang membawa negara tersebut kepada tradisi kekerasan yang seakan tak berkesudahan," imbuh Charles seperti diwartakan detikcom.

Charles mengatakan bahwa Indonesia tidak memiliki tradisi merebut kekuasaan dengan cara melakukan pembunuhan. Ia meminta semua elite politik untuk tetap berdamai dan tidak melakukan kekerasan dalam berpolitik.

"Indonesia tidak memiliki 'tradisi' perebutan kekuasaan dengan cara-cara pembunuhan tokoh politik seperti itu. Oleh karenanya, kita sebagai anak bangsa hendaknya bersatu untuk menentang dan tidak memberi ruang sedikit pun terhadap segala bentuk politik kekerasan. Perebutan kekuasaan dalam negara demokratis seperti Indonesia haruslah melalui pemilu, bukan dengan desing mesiu," katanya.

Wow! 3 Politisi Ini Terus Pajang Foto Prabowo di Akun Twitternya! Salah Satunya adalah...

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata