logo


Akhir Tahun ini, Seluruh Produk yang Beredar di Indonesia Wajib Bersertifikat Halal

Diterapkan mulai 17 Oktober

12 Juni 2019 15:25 WIB

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Sukoso
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Sukoso Dok. Kemenag

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah lima tahun diundangkan tepatnya pada 17 Oktober 2014, UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal maka tahun ini adalah tahun penerapan undang-undang tersebut. Implikasi dari diterapkan undang-undang tersebut adalah seluruh produk yang beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sukoso menegaskan bahwa pihaknya terus berusaha mempersiapkan segala sesuatunya sebelum 17 oktober diterapkan.

"Itulah kenapa BPJPH serius mempersiapkan semua perangkat, regulasi, infrastruktur, serta suprastruktur layanan halal sebelum 17 Oktober 2019", ungkapnya (11/06).


Berani Mengubah Arah Bisnis

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi BPJPH Mastuki juga menambahkan BPJPH tengah menyiapkan tarif layanan jaminan produk halal, uji sahih Peraturan Menteri Agama (PMA) yang merupakan aturan turunan PP 31 tahun 2019 tentang Jaminan Produk Halal yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 29 April 2019 lalu.

"Semua persiapan pelaksanaan sertifikasi halal insya Allah on the track. Karena BPJPH sebagai PK-BLU, kami sedang mempersiapkan Rencana Bisnis dan Anggaran, draf PMK Tarif Layanan, roadmap JPH, elektronifikasi layanan melalui SimHalal (Sistem Informasi Manajemen Halal), kerja sama dengan berbagai stakeholders dan mitra strategis, dan juga komunikasi intensif dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang selama ini melaksanakan sertifikasi halal" paparnya.

Mastuki berharap semua persiapan tersebut bisa dirampungkan sebelum 17 Oktober 2019. "Uji coba dan masa transisi penyenggaraan jaminan produk halal oleh BPJPH akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Kami optimis bisa mempersiapkan secara maksimal dengan SDM yang cukup dan dukungan jajaran Kemenag di daerah (Kanwil dan Kantor Kemenag), serta PTN dan PTS, dan Yayasan Islam di daerah," tukasnya.

Harapan Besar Pembuat Tahu Kecil

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman