logo


Pagelaran Lintas Media 2019: “Sirkular”

Pegelaran melibatkan para seniman “mix-generation”

12 Juni 2019 10:57 WIB

Sesi Konferensi pers Pagelaran Lintas Media 2019: “sirkular”
Sesi Konferensi pers Pagelaran Lintas Media 2019: “sirkular” Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan program Lintas Media di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 11-15 Juni 2019.

Adapun kegiatan Lintas Media 2019 yang berlangsung selama lima hari tersebut akan meliputi rangkaian kegiatan pameran, diskusi, peluncuran web, pemutaran film, serta pertunjukkan yang kesemuanya terpusat di Teater Kecil TIM.

Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta, Danton Pasaribu mengatakan program yang di tahun keempatnya ini bertajuk “sirkular”, melibatkan para seniman “mix-generation”.


Salurkan Hobi Memancing sambil Melihat Koleksi Tanaman Hias

"campur-aduk dari segi usia, latar-belakang, maupun disiplin yang mengantar karya-karya mereka", ujar Danton.

Dengan Ugeng T. Moetidjo sebagai kurator dan Asep Martin sebagai asisten kurator, Lintas Media 2019 akan menghadirkan Abi ML, Andi Suspandri, dan Damar Rizal Marzuki. Ketiganya berasal dari seni teater. Selain itu, ada Anggun Priambodo, Gelar Agryano Soemantri dan Natasha Abigail dari seni instalasi video.

Kemudian, ada Budi Klontonk (senirupa), Dadang Badoet (instalasi senirupa), Dzikra Afifah (instalasi patung), Indraswara D.P & Guntoro Sulung (instalasi objek), Maya Azeezah (film), (instalasi video), dan Tewel Seketi (instalasi fotografi). Selain itu, akan ada pula diskusi “Walter Benjamin” dengan Bertho Tukan sebagai narasumber.

Pada penciptaan karya seni, seorang seniman mau dan tak mau menggunakan teknologi yang dimungkinkan. Karenanya, seorang seniman dan dengan demikian karya seni yang diciptakannya, selalu tunduk dan mengikuti teknologi yang dimungkinkan pada masanya.

Pesatnya perubahan teknologi yang berkembang selama dua dekade terakhir, terutama dengan kehadiran media sosial sebagai ‘ruang sosial’ yang baru, telah membawa perubahan pada proses penciptaan karya seni dan dampak bagi pemirsa karya seni.

Karya seni yang berkembang sekarang mau membongkar tradisi kontemplatif yang telah melupakan isu-isu kepublikan ke bentuk-bentuk yang langsung dialami sekaligus oleh seniman dan audiens. Seni tidak lagi dimaksudkan untuk mengungkapkan hasrat terpendam personal seniman melainkan menyuruk ke pengalaman sehari-hari publik. Seni dilepaskan dari ruang sunyi penciptaan ke ruang-ruang terbuka dari pengalaman bersama seniman dan audiens.

Petik Strawberry Organik Di Sweetberry Agrowisata

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman