logo


Proyek Energi Kini Bakal Semakin Mulus

Seluruh peraturan yang ada akan disinkronisasikan

4 Maret 2015 11:16 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Proyek energi yang sempat terhambat karena perizinan yang menyangkut Undang-undang Sumber Daya Alam (SDA) kini bisa terselesaikan dengan penandatanganan Deklarasi Pembaharuan Hukum Pengelolaan Sumber Daya Alam.

"Tadi pagi bertempat di kantor Wapres (Wakil Presiden), pemerintah mengadakan penandatangan deklarasi pembaharuan hukum pengelolaan SDA. Ini adalah sinkronisasi dari seluruh UU yang menyangkut SDA, hutan, migas, mineral sampai laut," ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Jakarta, Selasa (3/3).

Deklarasi pembaharuan hukum tersebut ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM, Bappenas, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal.


Konsumsi Bright Gas di Solo Mulai Naik

Bagi Kementerian ESDM ini merupakan inisiatif yang sangat penting, mengingat tidak ada proyek energi yang tidak melibatkan kementerian lain. Sudirman menyebutkan, 60% lokasi potensi panas bumi adanya di hutan lindung dan lingkungan konservasi.

Menurut Sudirman, undang-undang ataupun peraturan menteri yang sudah ada dan dinilai saling bertolak belakang nantinya akan segera direvisi. Sehingga peraturan-peraturan yang ada di dalamnya dapat saling berkaitan. Misalnya, undang-undang yang diatur di Kementerian Kehutanan akan sama dengan undang-undang yang diatur di kementerian ESDM.

"Seluruh UU akan dilihat kalau ada yang bertentangan, akan segera disinkronkan," pungkas Sudirman. "Kalau anda tahu, hampir seluruh proyek panas bumi itu terhambat. Dan itu salah satu keterlambatannya adalah karena masuk ke hutan lindung dan hutan konservasi. Ini yang akan jadi solusi."

Begitu juga dengan transmisi. Menurut Sudirman,kalau transmisi ini ke depan harus menembus wilayah-wilayah hutan. Ini juga akan jauh lebih mudah, karena ada peluang untuk mempercepat gerak.

Indonesia Bangun Jaringan Gas Senilai US$ 80 Milyar

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana,