logo


Arus Balik, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM

Secara nasional, permintaan bensin jenis Pertamax/Akra 92 mengalami peningkatan sebesar 33,30%

10 Juni 2019 09:17 WIB

Ilustrasi pendistribusian bbm oleh mobil tangki pertamina
Ilustrasi pendistribusian bbm oleh mobil tangki pertamina IST

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Libur Idulfitri 1440 H telah memasuki fase arus balik. Ribuan kendaraan kembali meninggalkan Jawa bagian Tengah dan Timur memadati jalanan menuju ibukota dan sekitarnya, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pun diprediksi akan meningkat tajam.

Tim posko nasional sektor ESDM, Sabtu (8/6) lalu melaporkan terjadinya peningkatan konsumsi bensin oktan tinggi terutama di sepanjang jalur mudik utama.

Secaranasional, permintaan bensin jenis Pertamax/Akra 92 mengalami peningkatan sebesar 33,30%, disusul oleh Pertamax Turbo 8,60%, Premium 6,07% dan Pertalite 4,80%.


Antisipasi Puncak Arus Balik Hari Ini, Pertamina: "Kami Sudah Siapkan 1 SPBU Kantong Siaga"

Namun, pada BBM jenis solar, Biosolar dan Dexlite justru mengalami penurunan konsumsi hingga lebih dari 50%. Untuk jenis ini, hanya Pertamina Dex yang mengalami peningkatan, yakni sebesar 48,83%.

Meski kondisi pasokan aman (di atas 20 hari) untuk semua jenis BBM, Kementerian ESDM mengimbau kepada masyarakat yang berkendara jarak jauh untuk mengisi penuh tangki bensin sebelum berangkat atau sebelum memasuki jalan tol, mengingat saat ini juga telah diberlakukan rekayasa lalu lintas one way di jalan tol.

"Rekayasa lalu lintas arus balik one way di jalan tol, dimanfaatkan masyarakat untuk mengisi bensin penuh sebelum memulai perjalanan arus balik, mengantisipasi padatnya jalan serta penuhnya rest area," ungkap Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Bandung, kemarin.

Sementara itu, pada sektor Ketenagalistrikan, posko nasional sektor ESDM melaporkan kondisi ketenagalistrikan nasional aman, dengan total daya mampu pasok nasional mencapai 57.820,75 MW.

Untuk kelistrikan pengusahaan PLN daya mampu sebesar 40.625,99 MW, beban puncak 26.128,44 MW sehingga memiliki cadangan sistem sebesar 14.497,56 MW. Status per 8 Juni, terdapat 20 daerah dengan cadangan cukup dan 2 daerah dengan kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu daerah Bima dan Nias.

Pada sektor geologi kondisi kebencanaan nasional, Posko melaporkan terdapat 69 jumlah gunung aktif, 48 gunung api dalam kondisi normal, 16 gunung api pada level waspada, 4 gunung api pada level siaga. Sedangkan untuk gerakan tanah/longsor nihil.

Asal tahu saja, guna melakukan pemantauan atas pasokan energi selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1440 H, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka posko nasional sektor ESDM yang mulai berlaku efektif pada H-15 s.d H+13 lebaran, yaitu tanggal 21 Mei 2019 hingga 21 Juni 2019.

Posko nasional juga menyediakan layanan pelaporan melalui call center/hotline di beberapa subsektor, antara lain:

a. BBM/Jargas/LPG, yaitu 021-5276709 (BPH Migas), 1-500-000 (Pertamina), 021-633300 (PGN) dan 021-531110 (AKR)

b. Ketenagalistrikan, yaitu (kode area)123

c. Kebencanaan Geologi, yaitu 022-7272606

d. Layanan Call Center ESDM 136

Puncak Arus Balik, Konsumsi Avtur Naik 11,9%

Halaman: 
Penulis : Riana